Sebuah program pertunjukan budaya bertajuk Musik Gong Akhir Pekan digelar di Pleiku dan dijadwalkan berlangsung sejak Maret hingga akhir Desember 2026. Kegiatan ini dipimpin Dinas Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Gia Lai dengan berkoordinasi bersama berbagai daerah di seluruh provinsi.
Program tersebut melibatkan delegasi pengrajin dari sejumlah kelompok etnis, di antaranya Ba Na, Jrai, Cham Hroi, H'rê, serta kelompok lain dari berbagai wilayah di provinsi itu. Rangkaian kegiatan mencakup pengenalan budaya tradisional masing-masing unit, pertunjukan gong dan alat musik tradisional, lagu rakyat, tarian rakyat, serta upaya menciptakan kembali ruang hidup budaya tradisional.
Melalui agenda ini, penyelenggara menargetkan pelestarian dan promosi warisan budaya takbenda yang terkait dengan Ruang Budaya Gong.
Pada salah satu pertunjukan yang berlangsung pada malam 23 Mei di Lapangan Dai Doan Ket, tim pengrajin Jrai dari Desa Cho Ma, Komune Ia Pa, tampil dengan formasi 40 anggota. Mereka mempersembahkan pertunjukan gong dan tarian Xoang yang menonjolkan ragam alunan gong serta koreografi yang kental dengan identitas etnis.
Pertunjukan tersebut menarik perhatian banyak warga setempat dan wisatawan yang datang menyaksikan. Sejumlah penonton terlihat antusias berinteraksi dengan para pengrajin, menikmati anggur beras, bersorak sepanjang pertunjukan, dan ikut larut dalam tarian Xoang.
Suasana akrab dan semarak yang tercipta selama acara disebut turut mempererat hubungan antara pengrajin dengan masyarakat serta wisatawan, sekaligus membantu memperluas pengenalan budaya gong di pusat Pleiku.