JAKARTA — Program padat karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) disebut menjadi penopang ekonomi warga terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera. Hingga 17 Januari 2026, sedikitnya 44.954 tenaga kerja lokal terserap melalui kegiatan pemulihan berbasis masyarakat.
Program ini dijalankan di daerah yang terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain membersihkan sisa bencana, kegiatan padat karya juga memberikan penghasilan bagi warga yang kehilangan mata pencarian.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan pemulihan pascabencana perlu menyentuh aspek ekonomi warga. Menurut dia, pembangunan fisik saja tidak cukup.
“Tugas kita salah satunya bersih-bersih, dan itu kita kerjakan 24 jam, didukung penuh TNI, Polri, dan masyarakat melalui pola padat karya. Kita harus bergerak cepat supaya perekonomian segera bergulir lagi,” ujar Dody dalam keterangan tertulis.
Di Aceh Tamiang, program padat karya tampak dilakukan di berbagai fasilitas publik. Lumpur sisa banjir masih terlihat menempel di ruang kelas SMK Negeri 3 Aceh Tamiang, namun aktivitas pembersihan terus berlangsung dengan melibatkan warga sekitar.
Kementerian PU mengoptimalkan tenaga kerja manual di lokasi yang sulit dijangkau alat berat. Peralatan kecil digunakan agar pembersihan dapat menjangkau permukiman, sekolah, hingga kantor layanan publik.
Tri Kurniawan, warga Karang Baru, Aceh Tamiang, menjadi salah satu pekerja padat karya. Selama dua pekan terakhir, ia ikut membersihkan lumpur di lingkungan permukiman dan fasilitas umum.
“Alhamdulillah, ada pekerjaan. Setelah banjir kami tidak punya penghasilan,” kata Tri.
Upah harian yang diterimanya membantu menopang ekonomi keluarga. Ia juga menyisihkan sebagian penghasilan untuk kebutuhan orang tuanya yang turut terdampak bencana.
Hal serupa disampaikan Ikhsan Putra, warga Kuala Simpang. Banjir membuat usaha kecilnya terhenti. Melalui program padat karya, ia kembali memperoleh penghasilan sambil membersihkan drainase dan lingkungan umum.
“Dengan ikut padat karya ini, saya bisa tetap punya penghasilan sambil membersihkan daerah sendiri,” ujar Ikhsan.
Berdasarkan data Kementerian PU, program Infrastruktur Berbasis Masyarakat menjadi bantalan ekonomi sementara bagi puluhan ribu warga. Pemerintah berharap, selain mempercepat pemulihan lingkungan, program ini dapat menjaga daya beli masyarakat hingga aktivitas ekonomi kembali normal.

