BERITA TERKINI
Raisa Sebut Musik Jadi Terapi Penyembuhan Diri, Konser 2026 Dipersiapkan Lebih Personal

Raisa Sebut Musik Jadi Terapi Penyembuhan Diri, Konser 2026 Dipersiapkan Lebih Personal

Raisa mengungkapkan bahwa di balik aktivitasnya di panggung hiburan, ia juga melalui masa-masa yang menantang dalam kehidupan pribadi. Dalam situasi tersebut, ia merasa musik menjadi ruang pelarian yang membuatnya tetap kuat.

Penyanyi yang dikenal lewat lagu “Bahasa Kalbu” itu menilai proyek konsernya pada 2026 sebagai berkah yang datang pada waktu yang tepat. Ia berencana menumpahkan berbagai emosi yang belakangan ia rasakan ke dalam pertunjukan, sekaligus berbagi cerita melalui lagu-lagu yang dibawakan.

“Sebenarnya buat aku sih justru ini mungkin akan terdengar sangat klise tapi sangat-sangat benar di dalam kehidupan aku di mana musik itu yang membantu aku di banyak banget momen-momen yang bagi aku sulit gitu ya, atau orang melihatnya ini momen pasti sulit banget. Tapi bagi aku tuh salah satunya berkarya terus menghasilkan musik,” tutur Raisa saat ditemui di kawasan Senayan, Jumat (5/3/2026).

Meski konsernya disebut akan dikemas megah dengan iringan orkestra, Raisa mengatakan ia tetap akan menyelipkan banyak cerita di sela-sela lagu. Ia berharap penggemarnya, Youraisa, tidak hanya pulang dengan kesan pertunjukan yang indah, tetapi juga merasakan kelegaan setelah berbagi energi dengannya.

“Kalau teman-teman tahu kalau aku lagi konser tuh pasti yang keluar macam-macam dari ceritaku nah ini bakalan jadi momen yang sangat personal banget karena pasti banyak yang bakalan bisa diceritain ke audiens. Jadinya mudah-mudahan konsernya walaupun akan grande gitu tapi terasa personal dan intim,” ujar Raisa.

Raisa menilai kejujuran saat bercerita di atas panggung menjadi kunci kedekatannya dengan penonton. Ia juga ingin konser tersebut dapat menjadi ruang penguatan bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan hidup.

“Jadi sebenarnya datangnya project konser ini di tahun ini itu menurutku blessing banget karena semua apa ya mungkin kepenatan aku atau semua emosi-emosi aku yang lagi aku alamin tuh bisa langsung tersalurkan gitu loh. Jadinya ini menurutku salah satu project yang emang aku butuhkan tapi juga akan menjadi suatu project yang luar biasa personal,” ungkapnya.

Bagi Raisa, musik bukan sekadar pekerjaan, melainkan bagian dari proses penyembuhan diri. Melalui konser yang ia sebut akan terasa personal dan intim, ia berharap emosi yang dibagikan dapat meringankan beban, baik bagi dirinya maupun bagi penonton yang hadir.