Tahun 2026 menjadi momen istimewa bagi RAN. Menjelang perayaan dua dekade berkarya yang dijadwalkan pada November, grup ini mengambil langkah personal dengan merilis “super remake” video musik “Pandangan Pertama”. Video baru tersebut dibuat nyaris serupa dengan versi orisinal yang pertama kali dirilis pada 2006.
Langkah ini melanjutkan rangkaian perayaan perjalanan RAN setelah mereka menghadirkan musikal Pandangan Pertama bersama Jakarta Movin dan Seraya Live pada April lalu. Jika musikal tersebut menjadi perayaan lewat medium teater, remake video musik diposisikan sebagai cara RAN menengok kembali awal perjalanan yang membentuk mereka hingga hari ini.
Bagi RAN, “Pandangan Pertama” bukan sekadar lagu debut. Lagu itu disebut menjadi fondasi yang, tanpa disadari, perlahan mengubah kehidupan tiga remaja SMA hingga berkembang menjadi salah satu grup musik dengan perjalanan panjang di Indonesia. Dua puluh tahun berselang, mereka memilih kembali ke titik awal tersebut sebagai bagian dari refleksi perjalanan kariernya.
Personel RAN, Nino Kayam, menegaskan lagu itu tidak pernah benar-benar mereka tinggalkan. “Kami enggak pernah benar-benar meninggalkan lagu ini. Semakin dewasa, kami justru makin sadar bahwa hidup kami berubah karena satu lagu ini. Hal yang dulu terasa sederhana, sekarang rasanya sakral banget,” ujarnya.
Di sisi lain, RAN juga mengungkap fakta menarik terkait video musik “Pandangan Pertama” yang selama ini dikenal publik. Mereka menyebut video tersebut ternyata tidak diunggah melalui akun YouTube resmi milik RAN.