BERITA TERKINI
Ratusan Siswa SMP di Kukar Ikuti FLS3N 2025, Pertandingkan Delapan Cabang Lomba

Ratusan Siswa SMP di Kukar Ikuti FLS3N 2025, Pertandingkan Delapan Cabang Lomba

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Festival Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat SMP di Aula Disdikbud Kukar, Tenggarong. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (2/6/2025) ini diikuti ratusan siswa SMP dari berbagai kecamatan di Kukar.

Ketua panitia FLS3N Kukar, Nurhansyah, mengatakan persiapan lomba telah dimulai sejak sebulan sebelum pelaksanaan. Disdikbud mengirimkan pemberitahuan kepada sekolah-sekolah secara daring, dan proses pendaftaran juga dilakukan secara online.

FLS3N tingkat SMP tahun ini mempertandingkan delapan kategori lomba, yakni menyanyi solo, kreativitas musik tradisional, ensambel campuran, tari kreasi, mendongeng, pantomim, menulis cerita, dan ilustrasi.

Nurhansyah merinci jumlah peserta pada masing-masing cabang. Lomba menyanyi solo diikuti 35 peserta, kreativitas musik tradisional 6 grup, ensambel campuran 7 grup, tari kreasi 29 grup, mendongeng 21 peserta, pantomim 10 peserta, menulis cerita 20 peserta, dan ilustrasi 16 peserta.

Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Senin (2/6/2025) hingga Selasa (3/6/2025), dengan pengumuman pemenang dan pembagian hadiah pada Rabu (4/6/2025). Pada hari pertama digelar lomba tari kreasi, mendongeng, pantomim, dan ilustrasi. Sementara pada Selasa dijadwalkan lomba menyanyi solo, kreativitas musik tradisional, dan ensambel campuran.

Menurut Nurhansyah, FLS3N bertujuan mendorong siswa mengembangkan potensi seni dan sastra. Ia menyebut kegiatan ini juga diharapkan memberi pengalaman berkompetisi, menumbuhkan etos berkesenian untuk berprestasi, serta meningkatkan kreativitas seni dan sastra yang berakar pada budaya bangsa. Panitia juga berharap ajang ini dapat mempererat silaturahmi antarsiswa dan menjadi langkah awal bagi peserta untuk melaju ke tingkat provinsi maupun nasional.

Sementara itu, Susanti, guru pendamping dari SMP Negeri 3 Loa Kulu, menilai FLS3N bukan sekadar perlombaan, tetapi juga ruang penting untuk menemukan dan mengembangkan potensi siswa. Ia menyebut ajang ini bermanfaat bagi pendamping dalam menggali bakat yang dimiliki peserta didik.

Susanti menambahkan, sekolahnya pernah menjuarai lomba menyanyi solo tingkat kabupaten dua tahun lalu. Ia berharap FLS3N terus dilaksanakan setiap tahun agar semakin banyak siswa dari berbagai daerah, termasuk wilayah pedalaman, memiliki kesempatan mengembangkan talenta mereka.