Pasto yang kini beranggotakan Rayen Pono dan Meltho Sinyal bersiap menggelar konser bertajuk Pasto Pasti Kembali 2026 di dua kota. Konser dijadwalkan berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, pada 25 April 2026, dan berlanjut di Bandung pada 9 Mei 2026.
Menjelang agenda tersebut, Rayen Pono mengungkap tantangan terbesar bagi musisi yang telah lama berkarier. Menurutnya, setelah belasan tahun berkarya, Pasto tidak lagi berada pada fase untuk membuktikan diri atau berkompetisi, melainkan menghadapi “momok” lain: menciptakan lagu hit baru.
“Yang paling jadi momok di era kami itu, bagaimana caranya menciptakan hit baru,” kata Rayen Pono. Ia menambahkan, berdasarkan data yang ia akui, tidak banyak band lama yang mampu melahirkan hit baru. Karena itu, perjalanan yang kerap ditempuh adalah memonetisasi lagu-lagu lama agar tetap hidup, relevan di generasi sekarang, dan menjangkau pendengar berikutnya.
Meski demikian, Pasto disebut tetap merilis karya baru untuk menjaga hubungan dengan penggemar. Single terbaru mereka adalah “Aku Pasti Kembali 2.0” karya Maia Estianty. Versi klasik lagu tersebut sebelumnya hadir dalam album Ratu, No. 1 yang dirilis Sony Music Indonesia sekitar 20 tahun lalu.
Rayen Pono juga menegaskan Pasto tidak ingin terjebak pada tekanan untuk terus memikirkan formula hit yang disesuaikan dengan selera generasi saat ini. “Kami enggak mau lelah berpikir, harus bikin hit baru. Bagaimana caranya bikin lagu yang relevan dengan generasi zaman now. Enggak. Kami enggak mau masuk dalam spirit penyeragaman semacam itu,” ujarnya.
Terkait konser 2026, Rayen Pono dan Meltho Sinyal menyatakan tujuan mereka bukan semata mengejar aspek bisnis atau capaian digital seperti jumlah penonton daring. Mereka ingin menghidupkan kembali spirit dan vibes yang mereka nilai sudah lama absen di industri, sekaligus menghadirkan pengalaman konser yang punya benang merah.
Rayen Pono menilai konser tidak cukup hanya menyajikan deretan lagu hit agar penonton bisa bernyanyi bersama. Ia menekankan pentingnya narasi, termasuk ketika materi baru belum dikenal luas atau lagu lama sudah telanjur dilupakan sebagian orang. “Kami ingin konser itu tetap punya spirit atau benang merah yang dikenang penonton saat pulang,” katanya.
Menjelang konser, keduanya juga mendefinisikan ulang identitas musik Pasto. Meltho Sinyal menyebut karakter mereka sebagai “Pop R&B.” Rayen Pono menambahkan bahwa DNA mereka kuat di R&B, namun tetap membawa napas pop yang menjadi pembeda dan pernah mengantarkan lagu seperti “Aku Pasti Kembali” dan “Tanya Hati” dikenal luas pada era band.

