BERITA TERKINI
RECOLLECTING no.6: Sajama Cut Hadirkan Delapan Penampil di COMA M Bloc

RECOLLECTING no.6: Sajama Cut Hadirkan Delapan Penampil di COMA M Bloc

Sajama Cut kembali menggelar RECOLLECTING no.6, sebuah acara kurasi musik independen yang akan berlangsung pada 29 Mei 2026 di COMA, M Bloc, Jakarta Selatan. Memasuki edisi keenam, RECOLLECTING terus menjadi ruang temu bagi musisi alternatif yang kerap luput dari radar arus utama, sekaligus merefleksikan selera personal Sajama Cut terhadap perkembangan skena independen Indonesia yang dipenuhi talenta baru.

Berbeda dari edisi sebelumnya, RECOLLECTING no.6 hadir dengan skala lebih besar. Untuk pertama kalinya, Sajama Cut mengundang delapan penampil dalam satu malam. Selain Sajama Cut, lineup acara ini mencakup Tamago, Vvachrri, Spitrage, Puremoon, Graf, Taktis, dan FILM.

Vokalis sekaligus penggerak utama Sajama Cut, Marcel Thee, mengatakan keputusan menghadirkan delapan nama diambil karena banyaknya grup menarik yang belakangan muncul di skena independen. “Untuk pertama kalinya kami mengikutsertakan delapan band sekaligus karena memang terlalu banyak talenta baru di bawah radar yang kami suka. Akhirnya kami nggak bisa memilih. Jadi sekalian saja kami ajak semua band yang kami nikmati musiknya,” ujar Marcel.

Marcel menambahkan, RECOLLECTING kali ini diharapkan terasa lebih hidup karena seluruh pengisi acara dikenal memiliki intensitas pertunjukan yang kuat. Ia menyebut pemilihan lineup tidak semata berdasarkan popularitas, melainkan kemampuan masing-masing band menghadirkan pengalaman live yang personal dan emosional.

Deretan penampil datang dari spektrum musik yang beragam. Tamago membawa rock alternatif bernuansa melodik, sementara Vvachrri menghadirkan lapisan shoegaze yang kelam dan melankolis. Spitrage tampil agresif dengan ledakan emosi yang mentah. Puremoon bergerak di wilayah dreamy dan introspektif, sedangkan Graf serta duo drum-bas Taktis menawarkan eksplorasi rock alternatif yang lebih eksperimental. Di sisi lain, FILM dikenal lewat pertunjukan audio-visual sinematik yang membangun suasana panggung lebih imersif.

Bagi sebagian musisi yang terlibat, RECOLLECTING juga dipandang sebagai ruang untuk menjaga semangat komunitas tetap menyala. David Adrianto dari Spitrage menyebut acara ini sebagai perayaan di tengah situasi sosial yang melelahkan. “Recollecting menurut kami seperti perayaan besar di tengah rasa jengah terhadap keadaan negara, ekonomi, bahkan diri sendiri yang perlahan tergerus pesimisme,” ujarnya. “Mari kita jaga sedikit api yang tersisa ini dengan sukacita.”

Antusiasme serupa disampaikan FILM yang melihat RECOLLECTING sebagai kesempatan bertemu beragam nama dari berbagai aliran musik dalam satu ruang. “Senang banget diajak manggung di Recollecting. Bandnya banyak dan seru-seru, jadi kami nggak sabar buat ketemu performer lain dan juga penonton,” ungkap mereka.

Sejak pertama kali berjalan, RECOLLECTING berkembang bukan hanya sebagai showcase musik independen, tetapi juga ruang kolektif yang mempertemukan musisi lintas generasi, filmmaker, seniman visual, hingga komunitas pendengar alternatif di Jakarta. Suasana yang dibangun disebut lebih intim dan mengalir, menyerupai perayaan bersama ketimbang konser konvensional.

Pemilihan COMA di M Bloc Space dinilai sejalan dengan karakter acara. Dalam beberapa tahun terakhir, lokasi tersebut menjadi salah satu titik pertemuan penting bagi budaya urban dan komunitas kreatif di Jakarta.

RECOLLECTING no.6 akan digelar gratis dan terbuka untuk umum. Melalui lineup yang merangkum berbagai aliran musik alternatif, Sajama Cut menyiapkan malam yang bukan hanya meriah, tetapi juga diharapkan menghadirkan percakapan, koneksi, dan energi kolektif yang selama ini hidup di bawah permukaan skena independen Indonesia.