BERITA TERKINI
Remaja 17 Tahun di Bekasi Dirikan Sanggar Tari Dea Ronggeng, Bina 115 Peserta dari TK hingga SMA

Remaja 17 Tahun di Bekasi Dirikan Sanggar Tari Dea Ronggeng, Bina 115 Peserta dari TK hingga SMA

BEKASI — Di tengah perubahan zaman yang kerap membuat generasi muda menjauh dari akar budaya, seorang remaja di Kabupaten Bekasi memilih mengambil peran untuk menjaga seni tradisi. Dea Natasha Ariawan (17), siswi SMAN 1 Kedungwaringin, mendirikan Sanggar Tari Dea Ronggeng yang telah berjalan selama lima tahun dan menjadi wadah pembelajaran tari bagi anak-anak hingga remaja.

Dea menuturkan, awal mula aktivitasnya berangkat dari kepercayaan yang ia terima saat diminta melatih kegiatan ekstrakurikuler tari di SMPN 2 Kedungwaringin beberapa tahun lalu. Dari pengalaman itu, ia kemudian membuka sanggar secara mandiri.

“Awalnya aku melatih ekskul tari di sekolah, lalu iseng membuka sanggar. Alhamdulillah, ternyata banyak yang berminat,” kata Dea kepada awak media, Selasa (20/1/2026).

Ketertarikan Dea pada tari disebut sudah tumbuh sejak sekolah dasar. Ia kemudian melanjutkannya bukan hanya sebagai aktivitas seni, tetapi juga sebagai upaya mengajak anak-anak seusianya dan generasi di bawah maupun di atasnya untuk mengenal serta mencintai warisan budaya Indonesia, khususnya seni tari.

Saat ini, sanggar tersebut memiliki sekitar 115 peserta dari berbagai jenjang usia, mulai TK hingga SMA. Dea melatih langsung para peserta dan menyelenggarakan latihan rutin setiap Sabtu dan Minggu.

Dalam proses pembelajaran, sanggar menerapkan kurikulum bertahap. Materi disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta, mulai dari pemula, madya, hingga mahir, berdasarkan jumlah tarian yang telah dikuasai. Setiap enam tarian, peserta mengikuti ujian kenaikan tingkat.

Dea juga menyampaikan adanya tantangan dalam melatih peserta usia TK. Menurutnya, anak-anak pada usia tersebut membutuhkan kesabaran lebih karena keterbatasan konsentrasi dan perubahan suasana hati. Meski demikian, ia menganggap hal itu sebagai bagian dari proses belajar dalam membimbing peserta didik.

Keberadaan Sanggar Tari Dea Ronggeng menunjukkan bagaimana inisiatif dari kalangan muda dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus pelestarian seni di tingkat lokal, melalui kegiatan latihan yang teratur dan pembinaan yang berkelanjutan.