BERITA TERKINI
Rencana Flyover Mangli Jember Dimatangkan, Proyek Rp700–800 Miliar Ditarget Mulai 2026

Rencana Flyover Mangli Jember Dimatangkan, Proyek Rp700–800 Miliar Ditarget Mulai 2026

Pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Jember mematangkan rencana pembangunan flyover di kawasan Mangli sebagai bagian dari strategi penguatan infrastruktur jangka panjang untuk mendukung investasi dan industrialisasi di Jember.

Rencana tersebut dibahas dalam kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo yang didampingi Bupati Jember Muhammad Fawait. Pembahasan mencakup kebutuhan teknis, desain konstruksi, hingga kesiapan lahan yang disebut menjadi syarat utama pelaksanaan proyek.

Flyover Mangli dirancang memiliki panjang sekitar 1,1 kilometer dan diproyeksikan menjadi penghubung strategis antara kawasan Mangli dan pusat kota. Nilai investasinya diperkirakan berada di kisaran Rp700–800 miliar. Sementara itu, penyusunan Detail Engineering Design (DED) disebut masih dalam tahap awal.

Dody menjelaskan, dari sisi teknis simpang Mangli pada dasarnya masih dapat ditangani dengan rekayasa lalu lintas. Namun, proyeksi pertumbuhan wilayah serta arah pembangunan ekonomi Jember membuat opsi infrastruktur permanen dinilai lebih relevan.

“Kalau dibangun, harus berpikir jangka panjang. Empat lajur akan lebih aman untuk kebutuhan 20 tahun ke depan. Jangan sampai baru lima tahun sudah macet lagi, karena kemacetan di flyover risikonya jauh lebih tinggi,” ujar Dody.

Ia menegaskan, percepatan proyek sangat bergantung pada kesiapan pembebasan lahan. Pemerintah pusat menargetkan pembangunan dapat dimulai pada 2026 dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar tiga tahun. Meski demikian, sesuai usulan pemerintah daerah, dua lajur awal diharapkan dapat difungsikan lebih cepat.

Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menilai flyover Mangli memiliki nilai strategis yang melampaui fungsi pengurai kemacetan. Menurutnya, kepastian infrastruktur menjadi faktor penting untuk menarik minat investor.

“Kemacetan yang terjadi hampir setiap hari di Mangli menjadi sinyal negatif bagi investasi. Industrialisasi membutuhkan kelancaran logistik dan mobilitas. Karena itu, infrastruktur harus disiapkan sejak sekarang,” kata Fawait.

Fawait menambahkan, pembangunan flyover tersebut dipandang sebagai simbol kesiapan Jember bertransformasi menjadi daerah yang lebih kompetitif secara ekonomi, sekaligus membuka ruang pertumbuhan baru bagi sektor industri dan jasa.

Dengan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, flyover Mangli diharapkan menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan di Jember, mengatasi persoalan lalu lintas saat ini sekaligus menyiapkan koridor pertumbuhan ekonomi ke depan.