BERITA TERKINI
Riset Priority Pass: Wisata Olahraga dan Kebugaran Ubah Ekspektasi Pemegang Kartu, Peluang Pasar Diproyeksi Triliunan Dolar

Riset Priority Pass: Wisata Olahraga dan Kebugaran Ubah Ekspektasi Pemegang Kartu, Peluang Pasar Diproyeksi Triliunan Dolar

Priority Pass merilis laporan riset global berjudul From Stadiums to Spas: Unlocking the Explosive Growth of Sports and Wellness Travel yang menyoroti meningkatnya minat wisata olahraga dan kebugaran, serta dampaknya terhadap cara pelancong memilih dan menggunakan kartu pembayaran. Riset ini dilakukan terhadap lebih dari 12.000 pelancong di 20 pasar, termasuk tujuh pasar di Asia Pasifik (APAC), dan menempatkan tren perjalanan berbasis pengalaman sebagai faktor penting dalam ekspektasi konsumen terhadap manfaat kartu.

Dalam laporan tersebut, pariwisata olahraga diproyeksikan melampaui USD 2 triliun pada 2032, sementara pariwisata kebugaran diperkirakan menembus lebih dari USD 910 miliar pada 2030. Priority Pass menilai perkembangan ini menunjukkan peluang besar bagi merek layanan keuangan untuk menawarkan manfaat perjalanan yang dianggap lebih bermakna di tengah ketidakpastian ekonomi.

Riset menemukan pelancong penggemar olahraga dan kebugaran semakin kerap menyusun rencana perjalanan berdasarkan acara olahraga besar atau agenda pemulihan seperti retret kebugaran dan digital detox. Secara global, dari responden yang bepergian untuk olahraga dan kebugaran, 47% menyatakan bepergian untuk kebugaran, 20% untuk olahraga, dan 33% untuk keduanya.

Di kawasan APAC, minat pencarian pengalaman baru terlihat lebih kuat pada pelancong muda, khususnya Milenial dan Gen Z. Sebanyak 46% responden muda di APAC menyatakan aktif mencari pengalaman baru seperti ajang olahraga global saat bepergian, lebih tinggi dari rata-rata global 42%. Hampir separuh dari kelompok ini (49%) juga menyebut perjalanan olahraga menjadi titik awal untuk menjelajahi kota baru dalam perjalanan yang sama.

Untuk perjalanan kebugaran, motivasi utama pelancong APAC adalah relaksasi dan pemulihan. Sebanyak 61% menyebut ingin bersantai, mengisi ulang energi, dan melepaskan stres harian, disusul tujuan meningkatkan kesehatan mental (52%) dan fisik (39%). Selain itu, 32% pelancong muda di kawasan ini melaporkan memesan perjalanan kebugaran untuk melakukan digital detox.

Priority Pass juga menyoroti implikasi langsung terhadap industri perbankan dan penerbit kartu. Secara global, 56% pelancong olahraga dan kebugaran menerima manfaat perjalanan melalui kartu pembayaran yang paling sering mereka gunakan. Hampir empat dari lima responden (79%) dengan manfaat perjalanan menyatakan memilih kartu mereka karena minat pada perjalanan olahraga dan kebugaran. Di APAC, angkanya lebih tinggi: 64% menerima manfaat perjalanan melalui kartu utama dan 83% menyebut minat olahraga dan kebugaran memengaruhi keputusan memiliki kartu.

Di sisi lain, di antara responden APAC yang belum memiliki manfaat tersebut, 70% menyatakan menginginkan kartu yang dapat mendukung perjalanan olahraga dan kebugaran mereka.

Manfaat perjalanan juga berkaitan dengan intensitas penggunaan kartu. Secara global, 46% pemegang kartu yang memiliki manfaat perjalanan mengatakan fasilitas itu mendorong mereka lebih sering menggunakan kartu untuk belanja umum, dibandingkan 29% pada pemegang kartu tanpa manfaat perjalanan. Dampak pada loyalitas juga terlihat di APAC: 56% pemegang kartu dengan manfaat perjalanan merasa dihargai, sementara 39% menyatakan loyal terhadap penyedia kartu.

Riset mencatat manfaat tersebut berpotensi memperluas hubungan nasabah dengan penerbit. Lebih dari sepertiga responden global dengan manfaat perjalanan (35%) menyatakan lebih mungkin mempertimbangkan produk lain dari bank penerbit yang sama, dibandingkan 19% pada responden tanpa manfaat perjalanan. Di APAC, 37% pemegang kartu dengan manfaat perjalanan menyatakan lebih mungkin mempertimbangkan produk lain dari penerbit yang sama.

Christopher Evans, CEO Collinson International, menyatakan pemegang kartu kini mencari akses ke pengalaman yang selaras dengan minat mereka dan dapat memperkaya hidup, termasuk retret kebugaran, acara olahraga eksklusif, hingga akses lounge premium. Menurutnya, pengalaman yang berkesan dapat membangun keterikatan emosional yang berujung pada nilai jangka panjang dan loyalitas.

Todd Handcock, Chief Commercial Officer sekaligus Asia Pacific Executive Chair Collinson International, menambahkan bahwa pengalaman olahraga dan kebugaran semakin membentuk cara pelancong—terutama Milenial dan Gen Z—merencanakan perjalanan dan memprioritaskan pengeluaran. Ia menyebut pasar pariwisata olahraga dan kebugaran di APAC diperkirakan mendekati USD 962 miliar pada 2030, yang mencerminkan pergeseran cara pelancong mendefinisikan nilai dan memprioritaskan kesejahteraan melalui perjalanan.

Priority Pass menyatakan anggotanya dapat mengakses lebih dari 1.800 lounge bandara dan pengalaman perjalanan di seluruh dunia, serta layanan pendukung perjalanan dari transfer dan sewa mobil hingga spa, sleep pods, dan area permainan. Program ini juga menawarkan pendamping kebugaran perjalanan digital, TrvlWell, untuk mendukung kesehatan dan kebugaran saat bepergian.

Survei untuk laporan ini dikomisionerkan oleh Priority Pass dan dilakukan secara independen oleh Qualtrics pada 5–26 September 2025 terhadap 12.557 pelancong di 20 pasar, termasuk Hong Kong (SAR), India, Indonesia, Jepang, Singapura, Korea Selatan, dan Thailand. Seluruh responden melaporkan pernah atau berencana melakukan perjalanan untuk olahraga dan/atau kebugaran dalam 12 bulan terakhir dan/atau 12 bulan berikutnya.