BERITA TERKINI
Riset Priority Pass: Wisata Olahraga dan Wellness Ubah Ekspektasi Pemegang Kartu Pembayaran

Riset Priority Pass: Wisata Olahraga dan Wellness Ubah Ekspektasi Pemegang Kartu Pembayaran

Priority Pass merilis laporan terbaru yang menyoroti pertumbuhan pesat wisata olahraga dan wellness serta dampaknya terhadap cara pelancong memilih dan menggunakan kartu pembayaran. Laporan berjudul From Stadiums to Spas: Unlocking the Explosive Growth of Sports and Wellness Travel ini didasarkan pada survei terhadap 12.557 pelancong di 20 pasar, termasuk tujuh negara/wilayah di Asia Pasifik (APAC), yang dilakukan pada 5–26 September 2025.

Dalam laporan tersebut, pariwisata olahraga diproyeksikan melampaui USD 2 triliun pada 2032, sementara pariwisata wellness diperkirakan menembus lebih dari USD 910 miliar pada 2030. Priority Pass menilai tren ini muncul di tengah ketidakpastian ekonomi, ketika konsumen semakin mencari pengalaman yang dianggap lebih bermakna dan berpotensi “mengubah hidup”.

Riset ini menemukan bahwa penggemar olahraga dan wellness kian sering merancang perjalanan berdasarkan agenda utama, seperti menghadiri pertandingan olahraga besar atau mengikuti retret kebugaran, mulai dari menonton sepak bola secara langsung hingga melakukan digital detox di alam. Secara global, dari responden yang bepergian untuk olahraga dan wellness, 47% melakukan perjalanan untuk wellness, 20% untuk olahraga, dan 33% untuk keduanya.

Di kawasan APAC, minat generasi muda—khususnya Milenial dan Gen Z—terlihat menonjol. Sebanyak 46% responden muda di APAC menyatakan aktif mencari pengalaman baru seperti event olahraga global saat bepergian, lebih tinggi daripada rata-rata global 42%. Hampir separuh dari kelompok ini (49%) juga menyebut perjalanan olahraga menjadi titik awal untuk menjelajahi kota-kota baru dalam rangkaian perjalanan yang sama.

Untuk perjalanan wellness, pelancong APAC terutama terdorong untuk beristirahat dan memulihkan diri. Motivasi teratas mencakup relaksasi, mengisi ulang energi, dan melepaskan diri dari stres harian (61%), diikuti upaya meningkatkan kesehatan mental (52%) dan fisik (39%). Selain itu, hampir sepertiga (32%) responden muda di kawasan ini mengatakan memesan perjalanan wellness untuk melakukan digital detox.

Laporan tersebut juga menyoroti implikasi langsung bagi industri jasa keuangan. Secara global, 56% pelancong olahraga dan wellness menerima manfaat terkait perjalanan melalui kartu pembayaran yang paling sering mereka gunakan. Hampir empat dari lima responden global (79%) mengaku memilih kartu pembayaran karena minat mereka pada perjalanan olahraga dan wellness.

Di APAC, angkanya lebih tinggi: 64% responden menerima manfaat perjalanan melalui kartu yang paling sering digunakan, dan 83% menyatakan minat olahraga dan wellness memengaruhi keputusan mereka memperoleh kartu. Di sisi lain, di antara mereka yang belum memiliki manfaat semacam itu, 70% responden APAC menyatakan menginginkan kartu yang dapat mendukung kebutuhan perjalanan olahraga dan wellness.

Manfaat perjalanan tidak hanya memengaruhi pemilihan kartu, tetapi juga frekuensi penggunaan. Secara global, 46% pemegang kartu yang memiliki manfaat perjalanan mengatakan fasilitas tersebut mendorong mereka lebih sering memakai kartu untuk belanja umum, dibanding 29% pada kelompok tanpa manfaat perjalanan.

Dari sisi loyalitas, temuan di APAC menunjukkan lebih dari separuh (56%) pemegang kartu dengan manfaat perjalanan merasa dihargai. Sebanyak 39% menyatakan merasa loyal kepada penyedia kartu. Selain itu, 37% pemegang kartu di APAC yang memiliki manfaat perjalanan mengatakan lebih mungkin mempertimbangkan produk lain dari penerbit yang sama, mengindikasikan nilai komersial jangka panjang dari program manfaat berbasis pengalaman.

Christopher Evans, CEO Collinson International, menyatakan pemegang kartu kini mencari akses pada pengalaman yang sejalan dengan minat mereka, termasuk retret wellness, event olahraga, maupun akses lounge premium. Menurutnya, pengalaman yang berkesan dapat membangun kedekatan emosional yang berujung pada loyalitas yang lebih kuat.

Todd Handcock, Chief Commercial Officer sekaligus Asia Pacific Executive Chair Collinson International, menambahkan bahwa pengalaman olahraga dan wellness kian membentuk cara pelancong—terutama Milenial dan Gen Z—menyusun rencana perjalanan dan memprioritaskan pengeluaran. Ia juga menyoroti proyeksi bahwa pasar wisata olahraga dan wellness di APAC diperkirakan mencapai hampir USD 962 miliar pada 2030.

Priority Pass menyebut para anggotanya dapat mengakses lebih dari 1.800 lounge bandara dan pengalaman perjalanan di seluruh dunia, disertai layanan pendukung seperti transportasi, sewa mobil, spa, sleep pods, hingga gaming lounges. Perusahaan juga menyebut adanya pendamping wellness perjalanan digital, TrvlWell, untuk mendukung kesehatan saat bepergian.

Survei ini dikomisioning oleh Priority Pass dan dilakukan secara independen oleh Qualtrics, melibatkan responden dari 20 pasar termasuk Hong Kong (SAR), India, Indonesia, Jepang, Singapura, Korea Selatan, dan Thailand. Seluruh responden melaporkan pernah bepergian atau berencana bepergian untuk olahraga dan/atau wellness dalam 12 bulan terakhir dan/atau 12 bulan mendatang.