RRI Purwokerto menggelar Pelatihan Mandiri Produksi Feature Radio di Aula Satria RRI Purwokerto, Senin (18/5/2026). Kegiatan ini ditujukan untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pemberitaan, sekaligus memperkuat kompetensi dalam menghasilkan konten radio yang kreatif, informatif, dan menarik bagi pendengar.
Pelatihan menghadirkan Ketua Tim Pemberitaan RRI Purwokerto, Ustad Mukorobin, S.Sos.I., M.I.Kom., serta Yanuar Adi Arifianto sebagai pembicara. Peserta mendapatkan materi tentang tahapan produksi feature radio, mulai dari riset, pengumpulan data di lapangan, hingga teknik pengolahan audio agar enak didengar masyarakat.
Dalam materi pelatihan, produksi feature radio dijelaskan berawal dari riset untuk menentukan sudut pandang cerita. Riset dapat dilakukan dari berbagai sumber, termasuk media sosial, sebelum dikembangkan menjadi karya audio.
Radio sebagai media berbasis audio juga dituntut mampu memecah informasi agar mudah dipahami pendengar. Feature radio disebut memiliki karakter lebih fleksibel dibanding straight news karena mengedepankan unsur storytelling, fakta, serta pengolahan suara yang dapat membangun imajinasi pendengar.
Selain teknik penulisan, pelatihan turut membahas pentingnya unsur suara atau ambient dalam produksi feature radio. Penggunaan ambient dinilai menjadi salah satu tantangan karena radio hanya mengandalkan audio tanpa visual untuk membangun suasana dan emosi pendengar.
“Dalam produksi feature radio yang paling sulit adalah mengatur ambient karena kita bermain audio tanpa visual, bagaimana pendengar tertarik mendengarnya,” ujar Yanuar Adi Arifianto.