BERITA TERKINI
Ruang Musik Komunitas Hadir di Tepi Sungai Perfume, Dekat Jembatan Truong Tien

Ruang Musik Komunitas Hadir di Tepi Sungai Perfume, Dekat Jembatan Truong Tien

Menjelang sore di tepi Sungai Perfume, ketika cahaya matahari terakhir memantul keemasan di permukaan air, melodi dari panggung terbuka mulai terdengar. Di sekitar area Jembatan Truong Tien, sejumlah wisatawan asing yang melintas tampak berhenti untuk menonton, merekam, dan menikmati suasana pertunjukan.

Program bertajuk “Mau ke mana? Sedang kamu dengarkan?” diperkenalkan sebagai ruang pertemuan baru bagi komunitas pecinta musik. Proyek ini didirikan oleh Pusat Pelayanan Publik Kelurahan Phu Xuan, Mien Trung Audio Technik, dan Two Thousand Band, dengan tujuan mengembangkan musik komunitas sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi seniman muda di Hue.

Dang Nhan, pemain bass dari Nokar Band, mengaku terkesan dengan penataan yang dinilainya terencana, baik dari sisi tata suara maupun visual. Ia menilai lokasi pertunjukan luar ruangan di tepi Sungai Perfume, dengan latar Jembatan Truong Tien, memberi pengalaman tersendiri bagi penampil dan pengunjung.

“Saat tampil di lingkungan seperti itu, musik menjadi lebih dekat dengan penonton,” ujar Nhân. Ia menekankan bahwa interaksi langsung antara musisi dan penonton menjadi faktor yang membuat konser terasa berkesan. Respons spontan seperti penonton ikut bernyanyi dan terlibat dalam suasana pertunjukan disebutnya menciptakan koneksi yang tidak selalu hadir di setiap panggung.

Penyanyi H'La Vi Bkrong, yang bergabung sejak episode kedua, mengatakan dirinya mengetahui program ini dari rekan-rekan di industri musik. Ia mengaku tertarik pada suasana platform yang ia rasakan lebih bebas. “Di sini, saya merasa seperti bernyanyi untuk teman-teman saya; tidak ada lagi jarak antara artis dan penonton. Itu menciptakan energi yang sangat tulus dan istimewa,” katanya. Menurutnya, kedekatan tersebut membuat penampilan terasa lebih alami karena ia dapat menangkap tatapan dan emosi penonton dengan jelas.

Selain menyajikan pertunjukan, program ini juga diarahkan sebagai ruang yang menghubungkan komunitas pecinta musik di Hue. Quoc Huy, perwakilan Mien Trung Audio Technik, menyebut proyek ini berangkat dari meningkatnya permintaan terhadap musik live di berbagai tempat, sementara Hue dinilai masih kekurangan platform bagi seniman muda. “Kami ingin menciptakan dorongan baru untuk musik live di Hue, bukan hanya satu konser, tetapi produk yang diproduksi secara profesional yang dapat memberikan dampak jangka panjang,” ujarnya.

Direktur Pusat Pelayanan Publik Kelurahan Phu Xuan, Le Cong Tai, mengatakan bahwa setelah penggabungan, wilayah tersebut mengarahkan pembangunan pada fondasi warisan budaya yang terkait dengan pariwisata dan kehidupan budaya masyarakat. Dengan melihat potensi ruang di sepanjang Sungai Perfume untuk kegiatan seni, pihaknya bersama kelompok pemuda membangun program ini sebagai titik temu bagi warga setempat, wisatawan, dan seniman.

Hingga kini, dua edisi telah digelar dan menarik perhatian penonton dalam jumlah cukup besar. Namun, Le Cong Tai menegaskan panitia belum menganggapnya sebagai capaian akhir dan akan terus menampung masukan untuk penyempurnaan pada edisi berikutnya. Ke depan, program ini berencana memasukkan lagu-lagu tentang tanah air dan negara, sekaligus meningkatkan interaksi antara band dan penonton guna menghadirkan ruang budaya yang lebih intim bagi masyarakat kota tua dan wisatawan.