Nama Xiumin menjadi perhatian setelah rumah produksi 815 VIDEO menyatakan adanya tunggakan pembayaran terkait produksi video musik lagu Overdrop. Dalam pernyataan resminya, 815 VIDEO menuding agensi INB100 belum melunasi sisa biaya produksi proyek yang disebut telah selesai sejak Agustus 2025.
815 VIDEO menyebut menerima penugasan dari INB100 pada Agustus 2025 untuk membuat satu video musik utama dan satu video teaser untuk Overdrop. Perusahaan itu menyatakan seluruh pekerjaan telah diselesaikan sesuai kontrak, dan video tersebut telah dirilis melalui kanal resmi serta digunakan dalam aktivitas promosi.
Menurut 815 VIDEO, nilai kontrak produksi mencapai 82,46 juta won termasuk PPN. Dari jumlah tersebut, mereka mengaku baru menerima pembayaran di muka sebesar 16,5 juta won. Sementara sisa 65,96 juta won diklaim belum dibayarkan hingga saat ini.
Perusahaan tersebut juga menyampaikan bahwa mereka telah berulang kali meminta pelunasan sejak jatuh tempo pembayaran, termasuk meminta konfirmasi resmi di tingkat perusahaan. Namun, 815 VIDEO mengaku belum memperoleh kejelasan mengenai jadwal pembayaran maupun respons yang rinci. Situasi disebut semakin tidak jelas setelah staf yang sebelumnya bertanggung jawab atas proyek tersebut tidak lagi bekerja di perusahaan terkait.
Dalam pernyataannya, 815 VIDEO menyatakan telah memberi waktu yang cukup untuk penyelesaian secara baik-baik. Mereka menegaskan akan mempertimbangkan langkah hukum apabila sisa pembayaran tidak segera dilunasi, sebagai upaya melindungi hak berdasarkan kontrak.
Hingga berita ini ditulis, INB100 belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan tersebut. 815 VIDEO juga menekankan bahwa persoalan ini berkaitan dengan urusan pembayaran di tingkat agensi, bukan ditujukan langsung kepada Xiumin sebagai artis.
Lagu Overdrop sendiri dirilis pada Oktober tahun lalu sebagai bagian dari aktivitas solo Xiumin. Video musiknya digunakan dalam berbagai kegiatan promosi, sehingga proyek produksi tersebut dinilai memiliki nilai komersial yang signifikan.

