BERITA TERKINI
Sarah Azhari Cerita Trauma Usai Video Casting Direkam Diam-diam dan Beredar Luas

Sarah Azhari Cerita Trauma Usai Video Casting Direkam Diam-diam dan Beredar Luas

Aktris Sarah Azhari mengenang masa sulit setelah video dirinya yang direkam diam-diam saat menjalani casting sabun beberapa tahun lalu beredar luas. Peristiwa itu terjadi ketika Sarah berusia sekitar 20 tahun dan disebut meninggalkan trauma mendalam.

Dalam acara Rumpi di Trans TV, Sarah mengatakan kejadian tersebut membuatnya mengalami gangguan stres pascatrauma atau PTSD. Ia mengaku sempat diliputi kecemasan, termasuk saat hendak keluar rumah dan bertemu orang lain.

Sarah menyebut ia terus memikirkan kemungkinan orang-orang memandangnya berbeda, seolah-olah mereka sudah melihat video tersebut. Ia juga menyinggung soal privasi karena rekaman itu diambil saat dirinya berada di toilet.

Menurut Sarah, rekaman ilegal tersebut pada waktu itu menyebar luas melalui kepingan VCD yang diperjualbelikan secara bebas. Ia menilai situasi itu semakin menyakitkan karena rekaman tersebut bersifat personal.

Dampak kejadian itu, kata Sarah, juga dirasakan oleh adik laki-lakinya yang saat itu masih duduk di bangku SMA. Ia menyebut adiknya merasa malu dan trauma karena teman-temannya memiliki VCD tersebut, sementara banyak orang tidak mengetahui bahwa mereka bersaudara.

Sarah menuturkan adiknya bahkan memilih menyembunyikan identitas sebagai saudara kandungnya selama bersekolah. Ia menggambarkan adiknya berusaha “incognito” agar tidak ada yang tahu bahwa Sarah adalah kakak perempuannya.

Sebagai informasi, video casting sabun mandi yang dimaksud Sarah sempat viral sekitar 2001–2002. Namun, video itu disebut direkam secara ilegal pada 1997, saat Sarah berusia 20 tahun. Rekaman yang kemudian dikomersialkan dalam bentuk CD secara ilegal tersebut tidak hanya menyeret nama Sarah Azhari, tetapi juga beberapa artis lain pada masa itu.

PTSD atau gangguan stres pascatrauma merupakan kondisi kesehatan mental yang dapat dipicu oleh peristiwa yang sangat menegangkan atau menakutkan, baik dialami langsung maupun disaksikan. Gejalanya dapat berupa kilas balik, mimpi buruk, kecemasan berat, serta pikiran yang sulit dikendalikan terkait peristiwa tersebut.