Berawal dari ruang komunitas musik dan gigs kecil di sebuah coffeeshop kawasan Surabaya Selatan, band indie pop SautKat resmi memperkenalkan diri ke industri musik Indonesia melalui maxi single debut berjudul “Katakan/Lagi”.
SautKat hadir sebagai pendatang baru yang tumbuh dari skena komunitas, bukan jalur industri besar. Mereka membawa warna indie pop organik yang disebut sebagai high-fidelity organic sound, yang menurut mereka menjadi respons atas musik pop yang dinilai kian seragam dan terlalu “bersih”.
Band ini terbentuk pada 2026 dengan formasi Nora (vokal), Dimas (synth/gitar), Faiz (gitar), dan Lauren (bass). Pertemuan para personelnya bermula dari kebiasaan nongkrong dan mengikuti sesi gigs rutin di coffeeshop yang menjadi titik kumpul musisi indie Surabaya Selatan.
Nama SautKat diambil dari dua kata. “Saut” menggambarkan kecepatan menangkap ide sekaligus merujuk pada Surabaya Selatan, sementara “Kat” terinspirasi dari insting kucing yang tenang, presisi, dan strategis.
“Awalnya kita ketemu di tempat nongkrong yang tiap minggu ada gigs. Dari situ sering ketemu, ngobrol, terus akhirnya kepikiran bikin band bareng,” kata Dimas, Jumat (22/5/2026).
Maxi single “Katakan/Lagi” memuat dua lagu utama, yakni “Lagi & Lagi” dan “Katakan”. Keduanya mengangkat tema hubungan emosional yang kompleks, dari pola toksik yang berulang hingga kegelisahan dalam hubungan tanpa kepastian. “Lagi & Lagi” menggambarkan siklus disakiti namun tetap kembali, sedangkan “Katakan” menyoroti dorongan untuk mengungkapkan perasaan yang tertahan.
Secara musikal, SautKat mengusung konsep indie-pop revival dengan karakter bunyi yang lebih mentah, liar, dan personal. Mereka menyebut sengaja menghindari formula pop digital yang terlalu terstruktur dan dibuat untuk kebutuhan algoritma media sosial.
Proses produksi maxi single ini dikerjakan secara mandiri sejak Februari 2025. Pada periode tersebut, para personel berada di kota yang berbeda—Jakarta, Kediri, dan Surabaya—namun mereka menyelesaikan pengerjaan dengan memanfaatkan teknologi.
“Kita workshop dari Februari 2025, ada sekitar 12 lagu. Maxi-single ini kita pilih duluan karena pengin mulai dengan sesuatu yang paling kuat,” ujar Dimas. Ia menambahkan, perjalanan jarak jauh antarkota tidak menjadi hambatan berarti dalam proses kreatif mereka.
Setelah debut ini, SautKat berencana merilis sejumlah single lanjutan di platform digital streaming, disusul EP pada awal tahun depan, hingga album penuh perdana. Mereka juga membuka peluang tur sebagai bagian dari perjalanan kariernya.
“Rencananya habis ini rilis single lagi, terus EP, mungkin album. Kita mau enjoy prosesnya dan pengin banyak main dan tur juga,” kata Dimas.
Dengan pendekatan yang berangkat dari skena komunitas, SautKat menjadi contoh band baru yang tumbuh dari kultur gigs lokal Surabaya sebelum melangkah ke industri musik yang lebih luas.