MOJOKERTO RAYA — Sebanyak sebelas tim peserta Festival Musik Patrol Ramadan 2026 bersaing memperebutkan piala Jawa Pos Radar Mojokerto, hari ini (10/3). Ajang tersebut digelar di Sunrise Mall 2 Mojokerto, dengan penampilan para peserta dinilai langsung oleh dewan juri.
Koordinator Panitia Festival Musik Patrol Ramadan, Ahmad Basuni, mengatakan festival ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat seni sekaligus melestarikan budaya daerah. Menurutnya, kegiatan ini digelar agar masyarakat tetap produktif selama Ramadan sehingga suasana bulan puasa lebih berwarna, sekaligus menjadi wadah kreativitas melalui seni musik yang selaras dengan pengembangan seni budaya di Mojokerto Raya.
Mengusung tema “Tradisi Sahur, Kreasi tanpa Batas”, setiap grup hanya diperbolehkan menampilkan sajian yang diiringi alat musik non-elektronik dan tidak bernada. Lagu yang dibawakan bersifat bebas selama sesuai dengan tema Ramadan, sementara bentuk penampilan dapat berupa musik, vokal, maupun dialog.
Panitia juga menetapkan ketentuan mengenai alat musik yang digunakan. Peserta diperbolehkan memakai alat bebas atau benda-benda non-elektronik yang tidak bernada. Selain itu, peserta diperkenankan menyajikan penampilan dengan tiga musik tradisional. Untuk alat musik kentongan, jumlah minimal yang digunakan adalah tiga, sementara batas maksimalnya tidak ditentukan.
Dari sisi penampilan, setiap kelompok diwajibkan mengenakan busana yang rapi, sopan, kreatif, dan bernuansa Ramadan. Setiap tim dapat diikuti 7 hingga 10 peserta.
Penilaian dilakukan berdasarkan tiga aspek, yakni teknik musik dan vokal, kreativitas dan harmonisasi, serta penampilan dan kekompakan. Basuni menjelaskan, aspek teknik mencakup kualitas musik, kualitas vokal, dan teknik pukulan alat musik. Aspek kreativitas meliputi dinamika dan harmonisasi antara musik dan vokal. Sementara itu, aspek penampilan mencakup kreativitas, ketertiban peserta, kekompakan yang terdiri dari koreografi serta pola lantai, busana, dan ekspresi.
Dalam pembobotan nilai, teknik musik dan vokal serta kreativitas dan harmonisasi masing-masing memiliki bobot 30 persen. Adapun aspek penampilan menjadi komponen terbesar dengan bobot 35 persen.

