BERITA TERKINI
Sekda Kolaka Timur Dorong Kearifan Lokal Masuk Pendidikan Lewat Festival Seni dan Sastra Siswa

Sekda Kolaka Timur Dorong Kearifan Lokal Masuk Pendidikan Lewat Festival Seni dan Sastra Siswa

Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Timur, Rismanto Runda, menyoroti masih minimnya penguatan kearifan lokal dalam dunia pendidikan di tengah arus modernisasi dan budaya digital yang dinilai mulai menggerus identitas generasi muda.

Pernyataan itu disampaikan Rismanto saat menghadiri Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kolaka Timur di Lapangan Nur Latomoro, Rate-Rate, Rabu (20/5/2026).

Di hadapan peserta festival, Rismanto menegaskan kegiatan seni dan sastra tidak semestinya berhenti pada agenda seremonial tahunan. Menurutnya, festival harus menjadi ruang yang lebih serius untuk menanamkan identitas budaya daerah kepada pelajar sejak dini.

“Festival seperti ini jangan hanya menjadi kegiatan rutinitas. Harus ada muatan kearifan lokal Koltim di dalamnya. Kita punya kekayaan seni, sastra, cerita rakyat, dan budaya turun-temurun yang wajib diwariskan kepada siswa SD dan SMP,” tegas Rismanto.

Ia juga meminta Dikbud Kolaka Timur melakukan evaluasi terhadap pola pengembangan seni dan sastra di sekolah. Rismanto menilai, potensi budaya lokal selama ini belum digarap maksimal sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda.

“Saya minta Dikbud ke depan lebih serius mengolaborasikan festival dengan budaya lokal Koltim. Jangan sampai anak-anak lebih mengenal budaya luar dibanding budaya daerahnya sendiri,” ujarnya.

Rismanto menilai pendidikan berbasis budaya lokal dapat menjadi benteng penting di tengah masifnya pengaruh teknologi dan media sosial yang perlahan mengubah pola pikir generasi muda. Ia mengingatkan, jika seni dan sastra daerah tidak mulai diajarkan sejak dini, Kolaka Timur berisiko kehilangan identitas budaya dalam beberapa tahun ke depan.

“Budaya lokal ini simbol pemersatu masyarakat. Kalau generasi sekarang tidak dikenalkan sejak SD dan SMP, lama-lama bisa hilang. Ini bukan sekadar soal seni, tapi soal menjaga peradaban daerah,” katanya.

Menurut Rismanto, Kolaka Timur memiliki kekayaan budaya yang layak diperkenalkan hingga tingkat nasional, mulai dari karya sastra lisan, tradisi, hingga seni pertunjukan. Ia menilai, jika dikelola dengan serius, kekayaan tersebut dapat menjadi kebanggaan daerah.

“Perkenalkan budaya kita di tingkat nasional. Koltim ini kaya seni dan kaya sastra rakyat. Kalau kita mampu menghidupkan kembali kearifan lokal, maka kita sedang membangun peradaban Koltim melalui generasi pelajar,” ungkapnya.

Meski mengakui tantangan perkembangan teknologi sangat besar, Rismanto menegaskan pemerintah daerah tidak ingin generasi muda kehilangan akar budaya hanya karena terlalu fokus pada perkembangan digital. Karena itu, ia meminta Dikbud Kolaka Timur tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga membangun jiwa seni, karakter, dan kecintaan terhadap budaya daerah.

“Kita ingin siswa bukan hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, jiwa seni, dan kebanggaan terhadap daerahnya sendiri. Seni dan sastra berbasis kearifan lokal bisa melahirkan generasi unggul dan berdaya saing,” pungkasnya.