Adaptasi anime dan manga ke format live action kerap memicu perdebatan di kalangan penggemar. Tak sedikit judul yang menuai kritik karena dinilai gagal menangkap esensi cerita versi animenya, terutama ketika ekspektasi penonton terlanjur tinggi. Namun, sejumlah adaptasi tetap mampu menunjukkan kualitas dan mendapat apresiasi luas.
Salah satu contoh yang disebut sukses adalah One Piece, yang dijadwalkan kembali dengan musim kedua di Netflix pada 10 Maret 2026. Di luar itu, ada beberapa film dan serial live action lain yang dinilai tak kalah menarik. Berikut tujuh judul yang kerap disebut berhasil, beserta gambaran ceritanya.
1. Parasyte: The Grey (2024)
Serial Netflix garapan sutradara Yeon Sang-ho ini bukan adaptasi langsung dari manga Parasyte karya Hitoshi Iwaaki, melainkan spin-off dengan latar dunia yang sama. Ceritanya berpusat pada parasit asing yang menjadikan manusia sebagai inang dan memicu kekacauan di kota, hingga dibentuk tim khusus bernama “The Grey”.
Tokoh utama, Jeong Su-in (Jeon So Nee), menjalani hidup yang sulit sebelum tubuhnya dimasuki parasit yang gagal menguasai otaknya. Situasi itu membuatnya berada di posisi ambigu—tidak sepenuhnya manusia maupun parasit—dan harus berhadapan dengan Tim Grey sekaligus parasit lain. Serial ini memiliki rating 7,1/10 di IMDb dan disebut menghadirkan suasana intens serta mencekam.
2. Yu Yu Hakusho (2023)
Disutradarai Sho Tsukikawa, serial ini mengikuti kisah Yusuke (Takumi Kitamura), remaja berandalan yang meninggal setelah mengalami kecelakaan saat melindungi seorang anak. Karena tindakannya, ia diberi kesempatan hidup kembali sebagai detektif roh yang menangani kasus di dunia manusia dan roh.
Bersama sekutu dari kelompok manusia dan iblis, Yusuke menghadapi ancaman supernatural demi menjaga keseimbangan dua dunia. Disebutkan bahwa meski hanya lima episode, adaptasi ini dianggap mampu merangkum sebagian besar jalan cerita anime yang memiliki 112 episode. Ratingnya tercatat 7,2/10 di IMDb.
3. Alice in Borderland (2020–2025)
Live action dari karya Haro Aso ini disutradarai Shinsuke Sato dan dibintangi Kento Yamazaki, Tao Tsuchiya, Dori Sakurada, serta Nijiro Murakami. Serial yang telah mencapai tiga musim di Netflix (2020–2025) ini mengisahkan Ryohei Arisu dan teman-temannya yang terlempar ke dunia paralel berbahaya bernama Borderlands.
Borderlands digambarkan sebagai dimensi perbatasan antara hidup dan mati, tempat para karakter harus melewati permainan hidup dan mati agar bisa bertahan. Serial ini mendapat rating 7,8/10 di IMDb dan dinilai solid dalam menghadirkan ketegangan permainan maut dengan nuansa sci-fi thriller.
4. Thus Spoke Kishibe Rohan
Serial ini menampilkan Issei Takahashi sebagai Rohan Kishibe, seorang mangaka dengan kekuatan supranatural. Rohan berkeliling mencari inspirasi sekaligus mengalami dan meneliti berbagai kejadian aneh serta misterius.
Meski versi live action disebut membawa beberapa perubahan dari manga, serial ini dinilai tetap berhasil menampilkan kepribadian unik Rohan dan kisah supernatural yang menegangkan. Ratingnya tercatat 7,4/10 di IMDb.
5. Alita: Battle Angel
Film ini berkisah tentang Alita, cyborg yang ditemukan dalam kondisi rusak oleh seorang ilmuwan. Setelah diperbaiki, Alita berubah menjadi sosok mematikan, tetapi ia tidak dapat mengingat identitas dan asal-usulnya.
Di tengah upaya mengungkap jati dirinya, Alita harus menghadapi kelompok cyborg lain yang menganggapnya ancaman dan berusaha menghancurkannya. Film ini meraih rating 7,3/10 di IMDb dan disebut berhasil mempertahankan elemen cerita serta karakterisasi yang selaras dengan materi aslinya.
6. Erased (2017)
Serial live action adaptasi manga Boku Dake Ga Inai Machi karya Kei Sanbe ini mengisahkan Satoru Fujinuma (Yuki Furukawa), pria 29 tahun yang berjuang dalam kariernya sebagai mangaka. Satoru memiliki kemampuan misterius untuk kembali ke masa lalu, meski ia tidak bisa mengendalikan kapan hal itu terjadi.
Setelah ibunya dibunuh dan ia dituduh sebagai pelaku, Satoru terlempar ke tahun 1988, saat ia masih duduk di kelas 5 SD. Kembalinya ia ke masa itu menjadi peluang untuk mencegah serangkaian pembunuhan anak yang mengguncang kampung halamannya, termasuk ancaman terhadap teman-teman sekelasnya. Serial ini mendapat rating 7,8/10 di IMDb dan kerap disebut sebagai salah satu adaptasi live action yang menonjol.
7. Death Note (2015)
Death Note versi 2015 hadir sebagai TV mini series yang diadaptasi dari manga karya Tsugumi Ohba. Ceritanya mengikuti Light Yagami, mahasiswa biasa yang menemukan buku Death Note dan menggunakannya untuk menghukum penjahat, hingga ia dikenal sebagai pembunuh misterius bernama Kira.
Di sisi lain, L—seorang detektif—mencurigai Kira dan meyakini ia harus ditangkap. Karena sebelumnya sudah banyak versi pengisahan ulang, serial ini disebut melakukan sejumlah perubahan agar terasa segar, termasuk penggambaran Light yang lebih manusiawi serta L yang tampil lebih tenang dan terlihat seperti orang pada umumnya. Mini series ini memiliki rating 7,0/10 di IMDb.
Deretan judul di atas menunjukkan bahwa adaptasi live action dari anime dan manga tidak selalu berakhir mengecewakan. Sejumlah proyek justru mampu menghadirkan cerita yang tetap menarik, baik bagi penggemar lama maupun penonton baru.

