BERITA TERKINI
Seminar di Hanoi Soroti Lip-sync dan Lagu Buatan AI, Tekankan Integritas Seni Pertunjukan

Seminar di Hanoi Soroti Lip-sync dan Lagu Buatan AI, Tekankan Integritas Seni Pertunjukan

Sejumlah pakar seni menilai penyimpangan dari norma dalam kegiatan seni pertunjukan kian terlihat dan berpotensi menjadi tren. Isu ini mengemuka dalam seminar bertajuk “Menjaga Integritas dalam Seni Pertunjukan, Tanggung Jawab Para Pencipta di Era Digital” yang digelar di Hanoi pada 29 Mei.

Seminar tersebut diselenggarakan oleh Persatuan Asosiasi Sastra dan Seni Vietnam bekerja sama dengan Asosiasi Musisi Vietnam serta Asosiasi Seniman Teater Vietnam. Forum ini mempertemukan para ahli di bidang musik dan teater, penyelenggara dan produser program seni, lembaga manajemen seni pertunjukan, serta perwakilan lembaga pengarah budaya dan seni untuk bertukar pandangan mengenai kondisi kegiatan artistik saat ini.

Dalam diskusi, para peserta menyoroti berbagai fenomena yang dinilai mengganggu kualitas pertunjukan, termasuk praktik lip-sync, kualitas musik yang dianggap rendah, hingga kemunculan lagu yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan. Mereka kemudian memusatkan perhatian pada penilaian objektif terhadap kondisi terkini pertunjukan panggung langsung—mulai dari bernyanyi, membaca puisi, hingga memainkan alat musik—serta proses penciptaan dan perilisan musik di platform digital dalam beberapa waktu terakhir.

Dari rangkaian pembahasan itu, para ahli menegaskan kembali bahwa nilai inti seni pertunjukan terletak pada bakat dan kejujuran seniman terhadap penonton. Mereka menilai integritas dalam berkarya menjadi hal penting, terutama ketika ruang digital turut memengaruhi cara karya diproduksi, dipublikasikan, dan dikonsumsi.