BERITA TERKINI
Seminar di Tasikmalaya Dorong Pelajar Berkarya di Industri Musik Digital

Seminar di Tasikmalaya Dorong Pelajar Berkarya di Industri Musik Digital

Industri musik di era digital dinilai membuka peluang pasar yang besar dan menjanjikan. Perkembangan ini membuat siapa pun berkesempatan menjadi musisi, termasuk pelajar, asalkan memiliki karya lagu sendiri.

Kehadiran berbagai platform digital seperti TikTok, Spotify, YouTube, dan Apple disebut mempermudah proses distribusi lagu. Dengan jalur digital, penyebaran karya dapat berlangsung lebih cepat serta menjangkau pendengar dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Uli, salah satu anggota Rumusindo, menyampaikan bahwa pelajar yang awalnya hanya memiliki hobi bernyanyi kini berpeluang berkembang menjadi musisi karena pemasaran karya dapat dilakukan melalui platform digital. Hal itu ia sampaikan usai Seminar Industri Musik dan Ekonomi Kreatif Berbasis Digital Tahap 1 yang digelar di GCC, Sabtu (30/5/2026).

Menurut Uli, karya kreatif dapat berkembang menjadi peluang ekonomi di era digital. Namun, ia menekankan pentingnya memiliki jiwa kewirausahaan, membangun jaringan, serta memahami pangsa pasar. Ia juga menyoroti bahwa pencipta lagu atau musisi memiliki hak ekonomi dan hak cipta atas karya yang dibuat.

Uli menjelaskan, keberadaan publisher musik berperan dalam mengatur aspek tersebut, termasuk mendistribusikan karya ke berbagai platform digital. Melalui seminar ini, para pelajar diharapkan memperoleh pemahaman mengenai mekanisme industri musik digital.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan pelajar terhadap perkembangan teknologi digital yang telah membawa perubahan besar dalam musik, dari format fisik seperti CD menuju panggung digital.

Rumusindo, kata Uli, membawa semangat untuk mengenalkan industri musik digital kepada pelajar di Kota Tasikmalaya. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membantu meminimalkan kenakalan remaja di tengah maraknya tawuran, geng motor, dan persoalan sosial lainnya.