BERITA TERKINI
Sendratari Babad Fort Willem I Ambarawa Digelar Perdana, Pemkab Semarang Targetkan Jadi Agenda Rutin

Sendratari Babad Fort Willem I Ambarawa Digelar Perdana, Pemkab Semarang Targetkan Jadi Agenda Rutin

Wisata edukasi sejarah Fort Willem I Ambarawa, Kabupaten Semarang, atau yang dikenal sebagai Benteng Pendem, menggelar pertunjukan perdana Sendratari Babad Fort Willem I pada Sabtu (17/1/2026) malam. Pementasan tari kolosal ini mengangkat narasi sejarah berdirinya benteng tersebut dan menarik perhatian ribuan pengunjung.

Dalam pementasan perdana itu, Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan apresiasi dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikannya agenda rutin. Menurutnya, sendratari ini direncanakan tampil setiap tanggal 15 dengan mengangkat kisah-kisah sejarah, baik yang terkait Fort Willem I Ambarawa maupun peristiwa sejarah lain di wilayah Kabupaten Semarang.

“Jadi, Sendratari ini akan dipentaskan setiap tanggal 15 dengan kisah-kisah sejarah yang terjadi baik di Fort Willem I Ambarawa ini, atau kisah sejarah lain yang terjadi di wilayah Kabupaten Semarang,” ujar Ngesti Nugraha, Sabtu (17/1/2026).

Ngesti optimistis pertunjukan malam hari tersebut dapat meningkatkan lama tinggal wisatawan (length of stay). Ia juga menyinggung potensi pengembangan pertunjukan serupa mengingat Kabupaten Semarang memiliki lebih dari 4.000 kelompok seni budaya.

Dampak pementasan ini terlihat pada peningkatan jumlah kunjungan. SPV Operasional Fort Willem I dari The Lawu Group, Marsono, menyebut angka pengunjung pada akhir pekan tersebut melampaui rata-rata biasanya.

“Biasanya di akhir pekan seperti ini jumlah wisatawan yang berkunjung di Fort Willem I Ambarawa ini ada di angka 4.000 sampai dengan 5.000 pengunjung, tapi dengan adanya Sendratari Babad Fort Willem I ini jumlah pengunjung naik menjadi 6.700-an wisatawan,” kata Marsono.

Ia menjelaskan, pertunjukan dirancang dengan konsep sekuel atau bersambung untuk memunculkan rasa penasaran penonton agar kembali hadir pada pementasan berikutnya. Penonton tidak dikenakan biaya tambahan untuk menyaksikan pertunjukan dan cukup membayar tiket masuk benteng sebesar Rp15.000.

Antusiasme juga disampaikan pengunjung asal Kota Semarang, Pratiwi Dwi. Ia mengaku terkesan karena kisah sejarah yang selama ini dianggap sekadar arsip dapat disajikan sebagai pengalaman yang hidup.

“Ceritanya menarik sekali tentang sejarah berdirinya benteng ini, tapi sepertinya memang belum selesai karena ceritanya bersambung. Ini bikin penasaran untuk menonton kelanjutannya,” ujar Pratiwi.