BANTUL — Sejumlah seniman di Yogyakarta menggelar acara bertajuk Art Care for Sumatera selama sepekan dan ditutup pada Sabtu (17/1/2026) malam di Kiniko Art, Kalipakis, Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini mengusung tema “Dari Rakyat untuk Rakyat” dan ditujukan untuk menghimpun donasi bagi korban bencana di Sumatera.
Pada malam penutupan, acara tetap dipadati penonton meski hujan lebat sempat mengguyur lokasi pada sore hari. Pengunjung menikmati berbagai pertunjukan, mulai dari life performance hingga penampilan DJ, di antaranya Ayas, DJ Athonk, DJ Lotek, Graice Soba & Elektrocore, Honf, Rarawk, SBTQ, Wezzaboy (featuring MC Erno X Venza Christ), Back to Back, serta All Sets.
Selain menyaksikan pertunjukan, penonton juga berdonasi melalui kotak amal yang disediakan panitia. Di lokasi acara turut digelar pameran lukisan serta berbagai kegiatan dan penjualan, seperti kopi, makanan dan minuman, lukis sketsa, sablon, kaos, dan merchandise. Seluruh hasilnya didonasikan untuk korban bencana di Sumatera.
Panitia acara, Irene Agrivina, menyebut kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian seniman Yogyakarta terhadap musibah yang terjadi di Sumatera. Ia menambahkan, kegiatan sosial kemanusiaan serupa telah beberapa kali dilakukan. “Tentunya ini bukan kegiatan pertama, namun sudah beberapa kali kami gelar kegiatan sosial kemanusiaan,” kata Irene.
Pemilik Kiniko Art, Jumaldi Alfi, mengatakan pihaknya memfasilitasi kegiatan amal yang digagas para seniman di Yogyakarta. Menurutnya, Kiniko Art yang telah berdiri sejak 11 tahun lalu dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seniman maupun masyarakat umum. “Kiniko Art sudah berdiri sejak sebelas tahun yang lalu dan ini bisa dimanfaatkan untuk berkegiatan para seniman atau juga masyarakat umum. Kami buka seluas-luasnya,” kata Jumaldi.
Jumaldi juga menyebut ruang tersebut tidak hanya digunakan untuk pameran seni, termasuk lukisan, tetapi juga kerap dipakai untuk kegiatan kemasyarakatan seperti senam bersama. “Ini sekaligus meneguhkan bahwa seniman ini adalah bagian dari masyarakat bukan eksklusif. Kita juga berbaur dengan masyarakat,” katanya.
Nunung Prasetyo, pemilik Saka Tembi yang membuka stan penjualan nasi daging kambing, menyambut baik penyelenggaraan acara tersebut. Ia menyampaikan persiapan dilakukan dalam waktu singkat oleh panitia yang berjumlah enam orang. “Ini hanya kita bahas beberapa hari dan panitia enam orang termasuk saya. Tujuannya kita beramal dan berdonasi kepada saudara kita yang tertimpa musibah,” katanya.

