BERITA TERKINI
Sepuluh Musisi Indonesia Ikuti Mastercard Artist Accelerator SEA dan Berkompetisi di Thailand

Sepuluh Musisi Indonesia Ikuti Mastercard Artist Accelerator SEA dan Berkompetisi di Thailand

Sepuluh musisi Indonesia terpilih untuk mengikuti program pengembangan bakat seniman Asia Tenggara sekaligus berkompetisi dengan pemusik dari Thailand dalam ajang bertajuk Mastercard Artist Accelerator SEA. Program ini juga membuka peluang bagi peserta untuk memperluas jangkauan audiens melalui platform TikTok.

Deretan musisi Indonesia yang terlibat dalam program tersebut adalah Jingga Arshabidari, Chintana Jo, Nadine Makalew, Farrel Nugroho, Tama Yuri, Saphira Adya, NDGJ, Alahad (Billy Saleh), Rimaldi, dan Gavendri.

Head of SoundOn, Southeast Asia, Tom Chou, menyatakan program ini memberi kesempatan bagi para musisi untuk terhubung dengan komunitas global pencinta musik di TikTok. Menurutnya, keterhubungan itu dapat membantu peserta memperluas basis penggemar serta membagikan kisah mereka secara autentik.

Selama program berlangsung, peserta akan mendapatkan bimbingan dari sejumlah mentor, termasuk produser musik Mohammed Kamga dan Chief Marketing Officer MAD HAUS Dimasz Joey. Adapun musisi Rendy Pandugo serta Festival Head We The Fest & Djakarta Warehouse Project Sarah Deshita akan bertindak sebagai juri.

Di akhir program, peserta terbaik dari Indonesia dan Thailand dijadwalkan memperoleh kesempatan eksklusif untuk memproduksi sebuah lagu tunggal kolaboratif beserta video musiknya di bawah arahan Kamga Mo. Kesempatan tersebut disiapkan sebagai bekal bagi musisi muda untuk memasuki pasar musik profesional.

Publik dapat menyaksikan penampilan kesepuluh musisi Indonesia dalam empat sesi panggung musik terbuka (open mic) di ruang pertunjukan Krapela, Jakarta. Agenda itu dijadwalkan berlangsung pada 31 Mei, 7 Juni, dan 14 Juni 2026.

Rangkaian kompetisi juga akan disiarkan secara daring melalui akun TikTok resmi, sebelum ditutup dengan babak final yang dijadwalkan pada 12 Juli.

Senior Vice President, Head of Marketing & Communications, Southeast Asia, Mastercard, Dheeraj Raina, menilai peluncuran Mastercard Artist Accelerator SEA di Indonesia sejalan dengan perkembangan industri musik. Ia menyebut proyeksi industri musik Indonesia menunjukkan pertumbuhan tahunan 3,57 persen hingga 2030, dengan nilai pasar musik digital diperkirakan mencapai 276 juta dolar AS.

Raina mengatakan program tersebut ditujukan untuk mendekatkan penggemar dengan musisi, menciptakan pengalaman eksklusif bagi pemegang kartu, serta menyediakan mentorship, perangkat, dan platform yang dibutuhkan kreator untuk berkembang. Ia menambahkan, inisiatif ini juga diharapkan turut mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di Asia Tenggara.