Sebanyak 10 musisi muda Indonesia terpilih mengikuti program pengembangan bakat Mastercard Artist Accelerator SEA 2026. Program ini mempertemukan musisi dari Indonesia dan Thailand dalam rangkaian kompetisi sekaligus pembinaan yang diarahkan untuk menyiapkan peserta menuju industri musik profesional di Asia Tenggara.
Deretan musisi Indonesia yang terlibat dalam program tersebut adalah Jingga Arshabidari, Chintana Jo, Nadine Makalew, Farrel Nugroho, Tama Yuri, Saphira Adya, NDGJ, Alahad atau Billy Saleh, Rimaldi, dan Gavendri.
Head of SoundOn Southeast Asia Tom Chou mengatakan program ini memberi kesempatan bagi para musisi untuk terhubung dengan komunitas global pencinta musik di TikTok. Menurutnya, koneksi tersebut dapat membantu peserta memperluas basis penggemar sekaligus membagikan kisah mereka secara autentik. Pernyataan itu disampaikan pada Jumat (22/5/2026).
Selama program berlangsung, peserta akan mendapat pembinaan langsung dari mentor industri musik, yakni produser Mohammed Kamga dan Chief Marketing Officer MAD HAUS Dimasz Joey. Keduanya akan mendampingi peserta dalam pengembangan karya dan performa.
Kompetisi ini juga melibatkan musisi Rendy Pandugo serta Festival Head We The Fest dan Djakarta Warehouse Project, Sarah Deshita, sebagai juri. Di akhir program, peserta terbaik dari Indonesia dan Thailand disebut akan memperoleh kesempatan memproduksi lagu kolaborasi beserta video musik profesional di bawah arahan Kamga Mo.
Senior Vice President Head of Marketing & Communications Southeast Asia Mastercard Dheeraj Raina menyatakan program tersebut ditujukan untuk mendekatkan penggemar dengan musisi, menghadirkan pengalaman eksklusif bagi pemegang kartu, serta menyediakan mentorship, perangkat, dan platform agar para kreator dapat berkembang.
Penampilan peserta dijadwalkan berlangsung dalam empat sesi open mic di Krapela Jakarta pada 31 Mei, 7 Juni, dan 14 Juni 2026. Seluruh rangkaian kompetisi juga akan disiarkan secara daring melalui akun TikTok resmi hingga babak final pada 12 Juli 2026.
Program ini digelar di tengah pertumbuhan industri musik digital di Indonesia. Nilai pasar musik digital nasional diproyeksikan mencapai 276 juta dolar AS hingga 2030, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 3,57 persen.