Sutradara horor Mike Flanagan menyiapkan adaptasi serial dari novel ikonik Stephen King, Carrie, yang dinilai berpotensi menghadirkan pendekatan baru dalam sejarah adaptasi karya King. Proyek ini disebut-sebut dapat “memecahkan” kebiasaan tak tertulis: belum ada film atau serial adaptasi Stephen King yang sepenuhnya menggunakan format found footage.
Flanagan dikenal kerap memberi sentuhan kontemporer atau interpretasi personal pada cerita horor klasik. Dalam proyek Carrie, ia juga mengisyaratkan pembaruan setting agar relevan dengan kondisi masa kini, terutama terkait perundungan yang dapat bersifat permanen dan digital. Dalam wawancara yang dikutip melalui MovieWeb, Flanagan mencontohkan bahwa “adegan ikonik di ruang ganti akan sangat berbeda ketika orang-orang memegang ponsel di tangan mereka.”
Catatan tersebut memicu spekulasi bahwa serial ini dapat memanfaatkan estetika rekaman “temuan” atau dokumentasi digital—meski belum ada kepastian apakah format found footage akan diterapkan secara menyeluruh. Namun, pernyataan Flanagan menunjukkan kemungkinan ia akan merangkul struktur penceritaan novel yang sejak awal memang tidak konvensional.
Novel Carrie menggunakan gaya epistolari, di mana kisah disampaikan melalui berbagai “item” seperti kliping koran, kutipan buku dari para penyintas, transkrip pengadilan, hingga telegram. Struktur ini kerap dianggap memberi ruang besar untuk diterjemahkan ke bentuk penceritaan yang menyerupai found footage atau dokumentasi, karena narasi dibangun dari potongan bukti dan arsip.
Menariknya, Stephen King sendiri pernah memuji The Blair Witch Project sebagai salah satu film paling menakutkan yang pernah ia tonton. Di sisi lain, hingga kini belum ada adaptasi karyanya yang benar-benar mengadopsi format found footage, meskipun King merupakan penulis hidup yang karyanya paling banyak diadaptasi.
Selain peluang eksperimen gaya penceritaan, serial Carrie juga dinilai dapat menonjol jika mengikuti detail penting novel yang kerap terlewat dalam adaptasi sebelumnya. Dalam buku, kota Chamberlain digambarkan hancur setelah insiden puncak Prom Night, dan pada masa kini menjadi semacam kota hantu pascabencana. Adaptasi-adaptasi terdahulu disebut jarang menaruh fokus pada aspek tersebut dan lebih sering memposisikan cerita sebagai drama horor remaja secara langsung.
Serial Carrie dijadwalkan rilis pada 2026 dan disebut mengusung genre drama, misteri, serta horor. Sejumlah nama yang dikabarkan terlibat antara lain Siena Agudong, Summer H. Howell, Matthew Lillard, Samantha Sloyan, Alison Thornton, Thalía Dudek, Amber Midthunder, dan Josie Totah.
Jika Flanagan memilih jalur yang lebih dekat dengan struktur novel—termasuk kemungkinan memanfaatkan elemen “bukti” dan dokumentasi modern—adaptasi ini berpeluang menawarkan pengalaman yang berbeda dari formula adaptasi Stephen King yang selama ini lebih familiar bagi penonton.

