Jagat horor Amerika Serikat kembali diramaikan oleh kelanjutan kisah ‘IT’. Serial terbaru berjudul ‘IT: Welcome to Derry’ dijadwalkan rilis pada Oktober 2025, dengan cerita yang tak hanya menawarkan teror, tetapi juga mengungkap asal-usul sosok badut mengerikan Pennywise yang selama ini belum banyak dibahas.
Serial ini dikembangkan dan disutradarai oleh Andy Muschietti bersama Barbara Muschietti dan Jason Fuchs, serta diadaptasi dari karya Stephen King. Bill Skarsgård kembali memerankan Pennywise, karakter yang telah menjadi salah satu ikon horor modern.
Alur cerita ‘IT: Welcome to Derry’ berpusat pada sebuah keluarga yang pindah ke kota Derry pada tahun 1962. Kehidupan yang awalnya tampak tenang berubah ketika seorang anak laki-laki di kota itu menghilang secara misterius. Peristiwa tersebut memicu rangkaian teror yang disebut-sebut datang dari sesuatu yang bersembunyi di bawah tanah—sesuatu yang jauh lebih tua dan jahat daripada sekadar cerita rakyat setempat.
Di tengah kepanikan warga, rumor tentang makhluk aneh di saluran air mulai menyebar. Dari sanalah muncul sosok Pennywise the Dancing Clown, entitas kuno yang menggunakan wujud badut untuk memikat korbannya, terutama anak-anak, dan memakan rasa takut mereka.
Serial ini juga disebut akan menghidupkan kembali bagian-bagian cerita dari interludes dalam novel ‘It’ yang sebelumnya lebih banyak menjadi latar dalam versi film. Penonton akan diajak menyaksikan sejumlah tragedi besar, termasuk kebakaran The Black Spot, pembantaian geng Bradley pada 1930-an, serta ledakan di Kitchener Ironworks. Berbagai peristiwa itu dikaitkan dengan siklus kebangkitan Pennywise yang muncul setiap 27 tahun sekali untuk menebar kengerian.
Andy Muschietti menyampaikan bahwa serial ini tidak hanya mengandalkan adegan menakutkan dan jump scare, tetapi juga membahas bagaimana rasa takut dapat digunakan sebagai alat kekuasaan. Cerita turut menyoroti bagaimana ketakutan bisa diwariskan, bagaimana kekejaman dinormalisasi dalam masyarakat, serta bagaimana trauma kolektif membentuk generasi berikutnya.
Salah satu elemen yang ditekankan adalah tragedi The Black Spot, sebuah klub malam yang dibangun oleh para veteran kulit hitam dan kemudian dibakar oleh kelompok supremasi kulit putih. Dalam penggambaran tersebut, horor yang dihadirkan tidak hanya bersifat supranatural, tetapi juga menampilkan horor sosial yang digambarkan nyata dan menyakitkan.
Selain Skarsgård, serial ini turut dibintangi Jovan Adepo, Taylour Paige, Chris Chalk, James Remar, dan Stephen Rider. Dari sisi visual, sinematografi dibangun dengan nuansa kelam khas era 1960-an, dengan elemen kabut, jalanan basah, dan warna pucat yang memperkuat atmosfer suram sejak awal cerita.
Dengan menggabungkan horor psikologis, tragedi sosial, dan mitologi supranatural, ‘IT: Welcome to Derry’ diposisikan bukan sekadar kisah asal-usul Pennywise, melainkan juga perjalanan ke akar ketakutan manusia sekaligus perluasan dunia ‘IT’ ke arah yang lebih mendalam.

