Shakira merilis video musik “Dai Dai”, lagu bertempo cepat yang menggabungkan pop Latin khasnya dengan Afrobeats dari Burna Boy, serta sentuhan dance-pop dan reggaetón modern. Lagu ini dirancang dengan chorus berulang yang sederhana dan mudah diingat, menghadirkan nuansa seperti lagu kebangsaan stadion yang bisa dinyanyikan bersama puluhan ribu penonton.
Untuk membangun ruang musik yang selaras dengan tema turnamen, lirik “Dai Dai” dirangkai dalam lima bahasa: Inggris, Spanyol, Italia, Prancis, dan Jepang. Judulnya sendiri diambil dari slogan berbahasa Italia yang bermakna ajakan penuh energi: “Ayo!”
Video musik berdurasi empat menit ini disutradarai Hannah Lux Davis dan difilmkan di Miami. Adegan pembuka menampilkan sejumlah pesepak bola papan atas—Lionel Messi, Kylian Mbappé, Erling Haaland, Luis Diázz, dan Harry Kane—berjalan menuju lapangan sambil meneriakkan serempak, “Shakira, kami siap untuk turnamen!”
Nuansa olahraga ditegaskan melalui momen ketika Lionel Messi melakukan juggling bola sambil tersenyum saat Shakira menyebut namanya. Video ini juga menampilkan nama-nama lain, termasuk Vinícius Júnior, Erling Haaland, Harry Kane, Luis Díaz, Rodri, Alphonso Davies, dan Christian Pulisic.
Di bagian akhir, Shakira menyisipkan cuplikan arsip sebagai penghormatan kepada legenda yang dikenang dalam sejarah Piala Dunia, seperti Diego Maradona, Pelé, Paolo Maldini, Romário, Cristiano Ronaldo, dan David Beckham.
Sepanjang video, penonton diajak menyusuri suasana festival yang merayakan persatuan dan keragaman budaya. Shakira tampil di depan Monumen Malaikat Kemerdekaan di Mexico City, kemudian menari di gurun bersama anak-anak Afrika dengan latar pohon baobab, serta muncul di atap kawasan favela yang berwarna-warni.
Burna Boy hadir saat bagian vokalnya, sementara Shakira berdiri di atas bola dunia bercahaya dengan latar langit berbintang. Video ditutup dengan adegan Shakira memasuki stadion besar bersama para penari berkostum terinspirasi dari bendera nasional negara-negara peserta turnamen.
Lebih dari sekadar hiburan, “Dai Dai” disebut mewakili Dana Pendidikan Kewarganegaraan Global FIFA, yang bertujuan membuka peluang belajar dan akses ke olahraga sehat bagi anak-anak kurang mampu. Shakira juga mengonfirmasi seluruh keuntungan dari royalti lagu dan jumlah penayangan video musik di berbagai platform akan disumbangkan langsung ke dana tersebut. Video ini turut menampilkan dukungan dari Ghetto Kids Uganda, organisasi non-pemerintah yang mendukung anak yatim dan anak jalanan melalui seni.
Minat publik terlihat dari capaian penayangan: dalam 20 jam setelah dirilis, video musik “Dai Dai” disebut telah ditonton lebih dari 7,1 juta kali di YouTube.
“Dai Dai” menjadi lagu berikutnya dalam album soundtrack resmi turnamen, menyusul sejumlah rilisan lain seperti “Lighter” (Jelly Roll dan Carín León), “Por Ella” (Los Ángeles Azules dan Belinda), dan “Echo” (Daddy Yankee dan Shenseea).
Kembalinya penyanyi Kolombia berusia 49 tahun ini kembali menegaskan rekam jejaknya dalam musik bertema sepak bola. Shakira sebelumnya dikenal luas lewat “Waka Waka (This Time for Africa)” untuk Piala Dunia 2010, yang disebut sebagai single Piala Dunia terlaris dalam sejarah dengan lebih dari 10 juta kopi terjual dan kini mengoleksi 4,5 miliar penayangan di YouTube. Ia juga tampil di upacara penutupan Piala Dunia 2006 di Jerman lewat remix “Bamboo” dari “Hips Don’t Lie”, serta merilis “La La La” pada Piala Dunia 2014.
Dalam rangkaian Piala Dunia berikutnya, Shakira disebut akan menjadi artis pertama yang tampil dalam Halftime Show pada final Piala Dunia. Pada final yang dijadwalkan berlangsung 19 Juli di New Jersey, ia akan tampil sebagai bintang utama bersama Madonna dan grup K-pop BTS. Pertunjukan berdurasi hingga 25 menit ini akan dikurasi dan diproduksi oleh Chris Martin dari Coldplay, dengan konsep yang disebut menghubungkan olahraga, budaya, dan kegiatan komunitas.