BERITA TERKINI
Sineas NTB: Festival Film Sangkareang Jadi Wadah Kompetisi dan Pemicu Lahirnya Pembuat Film Baru

Sineas NTB: Festival Film Sangkareang Jadi Wadah Kompetisi dan Pemicu Lahirnya Pembuat Film Baru

Mataram – Sejumlah sineas yang terlibat dalam Festival Film Sangkareang (FFS) 2025 menilai ajang tersebut menjadi ruang positif bagi pengembangan perfilman di Nusa Tenggara Barat (NTB). FFS disebut mampu memotivasi sineas lokal untuk terus berkarya sekaligus menjadi sarana mengukur kualitas film yang dihasilkan.

Salah satu sineas NTB, Muhammad Jaya Laksana, mengatakan FFS memberi ruang berkompetisi bagi pembuat film di daerah. Menurutnya, festival ini membantu para sineas lokal yang selama ini belum memiliki arah jelas untuk menyalurkan karya. “Ini sangat bagus. Ini wadah teman-teman di NTB yang bingung buat film mau ngapain. Ini ada wadah untuk berkompetisi sampai mana kualitas film kita. Ini juri-jurinya juga dari nasional bukan lokal,” ujarnya.

Jaya menilai, dalam dua tahun pelaksanaan FFS, mulai muncul sineas-sineas baru di NTB. Ia menyebut festival tersebut menjadi pemicu dan motivasi bagi anak muda yang berminat di bidang film. Dampaknya, sekolah yang memproduksi film mulai bermunculan di sejumlah wilayah. “Dulunya satu sekarang sudah delapan. Ada di Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah dan Pulau Sumbawa,” katanya.

Di sisi lain, Jaya mengungkapkan beberapa kendala yang masih dihadapi perfilman di NTB. Salah satunya keterbatasan pemain karena belum adanya agensi yang secara khusus menyiapkan aktor. “Itu kendala kita. Belum ada agency yang memang merekrut orang-orang yang disiapkan untuk main film,” tegasnya. Ia menambahkan, berbeda dengan daerah lain yang telah memiliki sistem klasifikasi pemain. “Ada yang A B C D itu sudah ada klasifikasi dan harganya. Jadi dia bukan orang film jadi kita kesulitan,” ungkapnya.

Selain persoalan pemain, Jaya juga menyoroti belum adanya Production House (PH) di NTB yang berani membiayai produksi film. “Ini yang perlu kita diskusikan kenapa PH tidak berani ngasih modal untuk membuat modal,” katanya.

Meski begitu, ia mendorong para sineas untuk terus berkarya agar kualitas film semakin meningkat. Menurutnya, lewat FFS, para pembuat film bisa melihat perkembangan kualitas karya satu sama lain. “Dengan adanya FFS kita bisa lihat kualitas dari teman Film. Banyak yang bagus. Tapi untuk menyakinkan pemberi dana ini kita harus lebih berani lagi,” pungkasnya.