Bantul, 19 Januari 2026 — Suasana berbeda tampak di kelas IX E MTsN 2 Bantul pada jam ke-11, Senin sore. Pembelajaran seni tari kreasi yang dipandu pengajar tari, Yustin, berlangsung dengan penuh semangat. Melalui perpaduan tari modern dengan sentuhan tradisional, Yustin memimpin siswa-siswi untuk mempelajari rangkaian gerak yang anggun dan ekspresif.
Selama kegiatan, para siswa terlihat antusias mengikuti arahan. Mereka memperhatikan setiap gerakan yang dicontohkan, lalu berusaha menirukannya. Kelas tampak aktif karena hampir semua siswa ikut mencoba gerakan, menyesuaikan langkah, dan mengikuti ritme yang diajarkan.
Dalam pembelajaran tersebut, Yustin menekankan bahwa tari kreasi tidak hanya berfokus pada gerakan fisik, tetapi juga makna di balik gerak. Siswa diajak memahami bagaimana gerakan dapat menyampaikan emosi dan cerita, sehingga latihan tidak sekadar mengikuti irama musik, melainkan juga melatih kemampuan berekspresi.
Sejumlah siswa tampil mempraktikkan gerakan di depan kelas. Respons teman-teman mereka terlihat positif, ditandai dengan sorak dan tepuk tangan yang menambah semangat. Yustin memberikan pujian sekaligus koreksi dengan cara yang tetap menyenangkan, sehingga suasana kelas terasa hangat namun tetap terarah.
Menjelang akhir sesi, Yustin menyampaikan pesan kepada siswa tentang pentingnya keberanian mengekspresikan diri. “Tari itu bukan hanya soal gerak, tapi soal keberanian mengekspresikan diri. Jangan takut salah, karena dari kesalahan, kita menemukan keindahan yang unik,” ujarnya. Para siswa kemudian meninggalkan kelas dengan senyum dan semangat baru setelah mengikuti pembelajaran.

