Panggung Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Bangka Barat di Mentok, Selasa, 12 Mei 2026, menampilkan pertunjukan musik tradisi dari kontingen SMP Santa Maria. Dalam penampilan bertajuk “Ritual Ngancak Perang Ketupat Tempilang”, para siswa menghadirkan komposisi yang mengangkat ritual dari Desa Tempilang, Bangka Barat.
Karya tersebut dinarasikan sebagai bunyi yang menggambarkan tujuan ritual untuk memohon keselamatan, kesehatan, serta perlindungan dari gangguan roh jahat, sekaligus menjadi wujud syukur atas hasil alam. Pertunjukan dibuka dengan suasana meditatif melalui syair yang melukiskan angin Pantai Tempilang dan hadirnya tetua adat sebagai penanda dimulainya ritual.
Keunikan pertunjukan terlihat pada perpaduan tabuhan gong dan perkusi dengan bunyi akordeon serta petikan dambus. Rangkaian bunyi itu membangun kesan dialog antara dunia nyata dan gaib, dengan nuansa mistis-transendental yang kuat.
Di bawah arahan penata musik sekaligus pelatih, Riko Zulkarnain, lima pemain musik—Agatha Christie, Cheyren Gracella, Julianti Suci Ramadhini, Reynald Aurelius Hendy, dan Yehezkiel Babel Siregar—tampil dengan penghayatan penuh.
Riko menjelaskan, komposisi tersebut dirancang untuk membawa penonton merasakan aura sakralitas lokal. “Melalui komposisi ini, kami ingin menyampaikan bahwa musik bukan sekadar bunyi, melainkan jembatan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Anak-anak telah bekerja keras untuk memahami filosofi di balik setiap ketukan agar esensi dari Ritual Ngancak ini benar-benar sampai ke hati penonton,” ujarnya di sela-sela acara.
Alur pertunjukan disusun dalam tiga fragmen emosional. Fragmen Penimbongan dibawakan dengan suasana tenang dan mistis, lalu berlanjut ke fragmen Seramo yang memuncak melalui ritme perkusi agresif sebagai simbol perlawanan terhadap balak. Pementasan ditutup dengan fragmen Nganyot Prae atau pelarungan perahu yang disajikan secara syahdu sebagai simbol pemurnian diri.
Selain menonjolkan aspek seni, penampilan ini juga memuat pesan pelestarian alam dan etika lingkungan. Ritual tersebut mengingatkan manusia agar tidak mengeksploitasi sumber daya laut secara sewenang-wenang. Pertunjukan SMP Santa Maria pun tidak hanya hadir sebagai bagian dari kompetisi, tetapi juga menjadi media edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga harmoni dengan alam.