BERITA TERKINI
Son Lux Rilis Single “Endlessly” dan Umumkan Album Kesembilan “Out Into”

Son Lux Rilis Single “Endlessly” dan Umumkan Album Kesembilan “Out Into”

Trio asal Amerika Serikat, Son Lux, merilis single terbaru berjudul “Endlessly” sekaligus mengumumkan album baru mereka, Out Into, yang dijadwalkan meluncur penuh pada 18 September 2026. Album kesembilan Son Lux itu akan dirilis melalui label This Is Meru dan City Slang.

Son Lux yang digawangi Ryan Lott, Rafiq Bhatia, dan Ian Chang menyebut “Endlessly” sebagai trek fokus yang menonjol secara sonik. Lagu ini juga menjadi gambaran awal dari album yang disebut paling berwarna secara ritmis, namun tetap memuat urgensi lirik yang kuat.

Selama sekitar dua dekade, Son Lux dikenal lewat lanskap musik yang megah dan sinematik. Namun melalui Out Into, mereka mengarahkan pendekatan kreatif yang berbeda. Album ini menempatkan draf awal rekaman suara atau voice note sebagai materi yang diperlakukan paling sakral, lalu dikembangkan lewat improvisasi kolektif.

Dalam “Endlessly”, Son Lux turut berkolaborasi dengan grup marching band The Bluecoats. Lagu tersebut digambarkan sebagai selebrasi diri, sekaligus pengingat bahwa setiap orang berhak menjadi siapa pun yang diinginkan.

Ryan Lott menjelaskan tema utama album ini berkisar pada kehilangan dan pencarian jati diri. “Lagu-lagu di album ini tentang kehilangan dan menemukan diri sendiri,” ujarnya. Ia melanjutkan, “Bagaimana kita kehilangan diri sendiri dalam sebuah hubungan, di pekerjaan, di anak-anak kita, dan dalam pengejaran serta keinginan kita. Jadi, bagaimana kita menemukan diri sendiri? Bagaimana kita menemukan satu sama lain?”

Menurut Lott, gagasan perubahan juga menjadi inti dari Out Into. “Kami terus berubah seiring kita terus mempelajari diri sendiri. Itulah sebagian makna dari album ‘Out Into’. Kita keluar dari sesuatu dan berubah menjadi hal lain. Tiap momen adalah sebuah jalan keluar dan sebuah pintu masuk secara bersamaan,” katanya.

Dari sisi musikal, intensitas lirik yang ditulis Lott dipadukan dengan ketukan drum Ian Chang dan permainan bass Rafiq Bhatia. Chang menyebut salah satu benang merah aransemen album ini adalah kecintaan mereka pada hip-hop, khususnya era boom-bap. Ia menyinggung pengaruh sosok seperti J Dilla dan Madlib, serta ketertarikan pada “sisi kemanusiaan” di dalam musik, terutama di tengah maraknya penggunaan kecerdasan buatan dalam industri.

Nama Son Lux juga lekat dengan dunia film. Mereka meraih dua nominasi Oscar dan dua nominasi BAFTA untuk kategori Best Original Song dan Best Original Score lewat karya scoring pada film A24 Everything Everywhere All at Once yang memenangkan Best Picture. Karya mereka juga disebut akan hadir dalam film Marvel Studios Thunderbolts* serta film Your Mother Your Mother Your Mother produksi Amazon MGM Studios.

Di ranah pop, karya Son Lux turut meninggalkan jejak lewat lagu “Easy” yang pernah di-sample oleh sejumlah musisi, termasuk Halsey, G-Eazy, dan Fall Out Boy. Lagu tersebut juga pernah melahirkan kolaborasi bersama Lorde pada 2020.