Ajang “STEAM Arena 2026” resmi digelar pada 16 Mei di Hanoi Toronto School, Hanoi, dengan melibatkan 50 sekolah prasekolah dan lebih dari 400 siswa dari berbagai prasekolah di Hanoi serta sejumlah provinsi di wilayah utara. Kompetisi ini diselenggarakan oleh KiddiHub bekerja sama dengan Gakken Holdings dan Yamaha Music Vietnam.
Sejak pagi, area sekolah dipadati orang tua, guru, dan siswa yang mengikuti proses pendaftaran serta berpartisipasi dalam kegiatan interaktif. Panitia menata ruang acara menjadi beberapa zona, mulai dari area kompetisi STEAM, area menonton siaran langsung untuk orang tua, area pengalaman merek, hingga area relaksasi keluarga.
Kompetisi tahun ini menghadirkan dua kategori utama, yakni Sains dan Pemrograman. Tantangan disusun dalam format kuis yang menuntut peserta menerapkan pemikiran logis, kemampuan analitis, penilaian, serta keterampilan pemecahan masalah dalam batas waktu tertentu.
Panitia menekankan pendekatan “belajar melalui pengalaman” dalam rangkaian kegiatan. Melalui metode ini, anak-anak didorong untuk aktif mengeksplorasi, melakukan percobaan, dan mengembangkan ide sendiri, alih-alih mengandalkan cara belajar berbasis hafalan.
Suasana kompetisi berlangsung meriah ketika peserta menampilkan jawaban-jawaban yang beragam, disambut sorak dukungan dari guru, orang tua, dan perwakilan sekolah yang hadir.
Pada penutupan kompetisi, hadiah pertama diberikan kepada Dang Dieu Huyen (GK Japanese Bilingual Preschool) dan Le Anh Tu (Naruto Preschool). Hadiah kedua diraih Vu Ho Tung Lam (Peace Montessori Preschool) dan Le Gia Han (Be Tho Preschool). Sementara hadiah ketiga diberikan kepada Pham An Chi (GK Japanese Bilingual Preschool) dan Nguyen Mai Vy (Peace Montessori Preschool).
Salah satu pembaruan pada STEAM Arena 2026 adalah hadirnya “Music Arena” yang digelar pada sore hari melalui kolaborasi dengan Yamaha Music School Vietnam. Kegiatan ini menampilkan partisipasi dari berbagai sekolah serta penampilan individu, termasuk pertunjukan piano, menyanyi, dan menari. Rangkaian tersebut disebut memperluas makna STEAM melalui unsur “A” atau seni.
Ketua Panitia Penyelenggara STEAM Arena 2026, Vu Van Tung, yang mewakili KiddiHub, menyampaikan bahwa tiga musim penyelenggaraan kompetisi tidak hanya menunjukkan perkembangan skala, tetapi juga aspirasi untuk membangun arena pendidikan yang bermakna bagi anak-anak Vietnam. Ia menyoroti peningkatan kepercayaan diri, kreativitas, dan keberanian menghadapi tantangan yang terlihat pada peserta, seraya menegaskan STEAM Arena bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang bagi anak-anak untuk menemukan kemampuan melalui pengalaman praktis.
Perwakilan Gakken Holdings menyampaikan bahwa Program STEAM Gakken (GSP) telah diterapkan di ratusan sekolah prasekolah di seluruh negeri, dengan tujuan membantu anak mengembangkan pemikiran logis, kreativitas, dan kepercayaan diri melalui sains, pemrograman, serta pengalaman langsung.
Memasuki musim ketiga, STEAM Arena disebut berkembang menjadi arena pendidikan dan pengalaman berskala besar bagi anak prasekolah. Penyelenggaraan tahun ini juga melibatkan sejumlah mitra, termasuk berbagai merek dan bisnis Jepang seperti Turtle Learn, SSA, Sekisho, Shabondama, FVital, Yakult, dan Temi, yang berkontribusi pada ragam ruang pengalaman bagi siswa dan orang tua. Kegiatan ini turut membuka peluang pertukaran budaya, jejaring pendidikan, serta penyebaran nilai-nilai untuk mendukung pengembangan anak secara holistik.