BERITA TERKINI
Studi Internasional: Menggerakkan Otot Wajah untuk Tersenyum Dapat Meningkatkan Rasa Bahagia

Studi Internasional: Menggerakkan Otot Wajah untuk Tersenyum Dapat Meningkatkan Rasa Bahagia

Senyum kerap dikaitkan dengan suasana hati yang lebih baik. Temuan penelitian terbaru menunjukkan, membentuk senyuman secara fisik—dengan menggerakkan otot-otot wajah—dapat membuat seseorang merasa lebih bahagia.

Studi tersebut dipublikasikan dalam jurnal Nature Human Behaviour dengan judul “A multi-lab test of the facial feedback hypothesis by the Many Smiles Collaboration.” Penelitian ini dipimpin oleh Stanford University, serta melibatkan Florida State University dan University of South Australia, bersama kolaborator internasional.

Para peneliti menilai apakah pengalaman subjektif emosi seseorang dapat dipengaruhi oleh ekspresi wajah. Data dikumpulkan dari 3.878 peserta di 19 negara. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan kebahagiaan yang nyata pada peserta yang meniru foto orang tersenyum atau yang menggerakkan sudut bibir ke arah telinga.

Peneliti University of South Australia, Fernando Marmolejo-Ramos, menyebut temuan ini relevan ketika dunia memasuki tahun keempat pandemi COVID-19. Ia mengatakan, di tengah situasi yang menekan dan beragamnya respons individu, gagasan bahwa emosi dapat dipengaruhi dengan “memasang wajah bahagia” menjadi hal yang menggembirakan.

Menurutnya, hubungan antara gerakan otot wajah dan emosi telah lama diperdebatkan. Ketidaksepakatan itu semakin terlihat pada 2016, ketika 17 tim peneliti dilaporkan gagal mereplikasi eksperimen terkenal yang menyimpulkan bahwa tersenyum bisa membuat orang merasa lebih bahagia. Namun, para psikolog tidak berhenti pada satu studi, karena gagasan ini telah diuji sejak awal 1970-an.

Dalam riset terbaru ini, tim peneliti menggabungkan kelompok yang skeptis dan yang percaya—disebut “Many Smiles Collaboration”—untuk menguji metodologi yang disepakati bersama. Marmolejo-Ramos menyatakan, hasilnya memberikan bukti yang dapat diandalkan bahwa pembentukan senyum secara fisik dapat menghasilkan perasaan bahagia.

Penelitian ini menguji tiga teknik. Pertama, menirukan ekspresi wajah aktor dalam foto. Kedua, menggerakkan sudut mulut ke arah pipi hanya dengan menggunakan otot wajah. Ketiga, teknik “pen-in-mouth” yang membentuk otot wajah menyerupai senyuman yang disimulasikan.

Dari tiga teknik tersebut, dua kondisi menghasilkan peningkatan kebahagiaan yang nyata. Temuan ini, menurut Marmolejo-Ramos, memperkuat argumen bahwa emosi manusia terkait dengan gerakan otot. Namun, karena teknik “pen-in-mouth” tidak menunjukkan perubahan suasana hati yang sama, para peneliti menyatakan mereka tidak dapat memastikan bahwa yang satu selalu menyebabkan yang lain.

Meski begitu, Marmolejo-Ramos menilai bukti yang diperoleh tetap kuat, sekaligus membuka kemungkinan bahwa seseorang dapat “memalsukannya sampai berhasil”—setidaknya dalam konteks meningkatkan rasa bahagia melalui pembentukan senyum.