BERITA TERKINI
Studi: Kebiasaan Menekan Snooze Alarm Dikaitkan dengan Kreativitas dan Kebahagiaan

Studi: Kebiasaan Menekan Snooze Alarm Dikaitkan dengan Kreativitas dan Kebahagiaan

Kebiasaan menekan tombol snooze pada alarm kerap dianggap sebagai tanda kemalasan dan kurangnya kedisiplinan. Sebagian orang juga meyakini bahwa menunda bangun dapat mengganggu ritme sirkadian dan berdampak pada produktivitas.

Namun sejumlah temuan ilmiah menunjukkan gambaran yang berbeda. Menurut penjelasan yang dirangkum dari Independent Co UK (Kamis, 27/2), orang yang sering menggunakan fitur snooze disebut memiliki kecenderungan tertentu, termasuk kreativitas yang lebih tinggi dan tingkat kebahagiaan yang lebih baik dibanding mereka yang langsung bangun saat alarm pertama berbunyi.

Dalam beberapa penelitian, kebiasaan ini tidak semata dipandang sebagai alasan untuk bermalas-malasan, melainkan sebagai bentuk kemampuan beradaptasi dengan tuntutan lingkungan modern serta kepekaan terhadap kebutuhan tubuh sendiri.

Kreativitas dan fase “setengah terjaga”

Kebiasaan menunda bangun dikaitkan dengan cara berpikir yang lebih fleksibel dan tidak terlalu terikat pada aturan yang kaku. Orang yang terbiasa menekan snooze dinilai lebih mengikuti ritme alami tubuhnya, sehingga lebih mungkin menemukan cara yang unik dalam menyelesaikan masalah dan memunculkan ide baru.

Penjelasan ini juga dikaitkan dengan hubungan antara tidur dan kreativitas. Saat seseorang berada di fase peralihan antara tidur dan bangun, otak disebut berada dalam kondisi lebih rileks. Dalam keadaan ini, ide-ide baru dapat muncul secara alami. Sejumlah seniman, penulis, dan pemikir besar bahkan pernah mengakui mendapatkan inspirasi ketika masih berada dalam kondisi “setengah tertidur.”

Dengan memberi waktu tambahan pada fase transisi tersebut, orang yang menekan tombol snooze dinilai memberi ruang bagi otaknya untuk bekerja dengan cara yang lebih kreatif.

Transisi bangun yang lebih alami dan rasa bahagia

Selain kreativitas, kebiasaan menekan snooze juga disebut berkaitan dengan tingkat kebahagiaan yang lebih baik. Alasannya, mereka membiarkan tubuh bangun secara lebih bertahap dan alami.

Alih-alih memaksa diri langsung terjaga pada bunyi alarm pertama, mereka memberi waktu untuk melakukan transisi dari tidur menuju kondisi bangun secara perlahan. Mekanisme ini dinilai dapat membuat proses bangun terasa lebih nyaman.