BERITA TERKINI
Studi: Rutin Makan Ikan Dikaitkan dengan Risiko Depresi Lebih Rendah

Studi: Rutin Makan Ikan Dikaitkan dengan Risiko Depresi Lebih Rendah

Menjaga suasana hati tetap stabil dan mengurangi stres dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari memperhatikan asupan nutrisi, berolahraga rutin, hingga berkonsultasi dengan pihak yang tepat. Sejumlah peneliti menyoroti langkah praktis yang bisa dicoba melalui pola makan, yakni tidak melewatkan ikan dalam menu harian.

Direktur medis NeuroGrow Brain Fitness Center di Virginia, Dr. Majid Fotuhi, menjelaskan bahwa kandungan asam lemak omega-3 pada ikan dinilai bermanfaat bagi tubuh. Menurutnya, omega-3 dapat membantu melancarkan peredaran darah dan mengurangi peradangan, yang disebut berperan dalam upaya meningkatkan mood serta menurunkan gejala depresi.

Ia juga menyebut omega-3 memiliki kaitan dengan pengaturan dopamin dan serotonin. Dopamin merupakan neurotransmiter di otak yang berperan dalam mengontrol rasa puas, senang, dan bahagia. Sementara serotonin memiliki fungsi serupa, termasuk membantu memperbaiki suasana hati serta mengurangi kesedihan dan depresi.

Temuan tersebut sejalan dengan studi yang dipublikasikan Journal of Epidemiology & Community Health. Dalam kajian itu, peneliti menganalisis sekitar 26 studi observasi pada periode 2001 hingga 2014 yang menelaah hubungan antara konsumsi ikan dan depresi, dengan melibatkan sekitar 150 ribu orang.

Hasil analisis menunjukkan bahwa orang yang lebih sering mengonsumsi ikan memiliki risiko 17% lebih rendah mengalami stres berat atau depresi dibandingkan mereka yang jarang atau tidak mengonsumsi ikan.

Dalam beberapa tahun terakhir, keterkaitan antara pola makan sehat dan depresi memang sempat menjadi perdebatan. Namun, sejumlah penelitian terbaru mengarah pada kesimpulan bahwa menu sehat seperti ikan, buah, dan sayur dapat berkontribusi dalam mencegah stres berlebih yang berujung pada depresi, sekaligus membantu seseorang merasa lebih baik dalam keseharian.