Direktur Penjamin Mutu Pendidikan Sekolah MBA Spartans, Ir Sudarusman, menghadiri acara buka puasa bersama guru dan karyawan SD Muhammadiyah 2 Surabaya pada Selasa (10/3/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan pesan terkait perjalanan SD Muhammadiyah 2 yang telah memasuki usia 96 tahun.
Sudarusman menilai SD Muhammadiyah 2, sebagai salah satu institusi pendidikan tertua di Surabaya, diharapkan tidak hanya bertahan secara eksistensi, tetapi juga menjadi pusat inspirasi bagi dunia pendidikan. Ia mengingatkan bahwa SD Muhammadiyah 2 memegang tongkat estafet sebagai sekolah tertua di Surabaya setelah tidak adanya SD Muhammadiyah 1, sehingga status historis tersebut perlu dibarengi nilai-nilai yang kuat.
“Kami berharap SD Muhammadiyah 2 tidak hanya sekadar ada, tapi harus memiliki nilai-nilai yang mampu menghasilkan inspirasi dan membangkitkan spirit bangkit bagi persekolahan, khususnya di Kota Surabaya,” kata Sudarusman.
Ia juga menitipkan pesan kepada para tenaga pendidik agar benar-benar meresapi filosofi pendidikan Muhammadiyah. Menurutnya, terdapat tiga pilar utama yang perlu dijaga untuk memastikan kualitas pembelajaran tetap terpelihara, yakni ikhlas, profesional, dan inklusif.
Ia menjelaskan, ikhlas menjadi fondasi dalam mengabdi, sementara profesional merujuk pada kompetensi yang mumpuni di bidang masing-masing. Adapun inklusif, kata dia, berarti membuka diri terhadap semua latar belakang siswa tanpa membedakan status ekonomi maupun ideologi.
“Pengertian inklusif di sini bukan hanya soal anak berkebutuhan khusus, tetapi secara luas pendidikan ini harus menerima anak dalam kondisi apa pun tanpa adanya diskriminasi dan stigma negatif,” tegasnya.
Melihat perkembangan sekolah yang disebut mulai menunjukkan pertumbuhan signifikan, ditandai dengan penambahan jumlah kelas di tingkat dasar, Sudarusman mendorong kepala sekolah untuk meninggalkan pola pikir konvensional. Ia menekankan perlunya growth mindset atau pola pikir bertumbuh, seiring integrasi di bawah manajemen MBA Spartans dan labelitas “Adab Kesalehan”.
Menurut Sudarusman, kepala sekolah perlu memiliki kemampuan melihat ke depan agar langkah yang diambil saat ini tetap relevan dengan perkembangan zaman dalam 10 hingga 20 tahun mendatang. “Kepala sekolah tidak boleh lagi bangga hanya dengan masa lalu. Harus memiliki kemampuan melihat ke depan sehingga apa yang dilakukan saat ini tetap relevan dengan perkembangan zaman 10 hingga 20 tahun yang akan datang,” ujarnya.
Ia menyampaikan keyakinan bahwa melalui semangat perubahan tersebut, SD Muhammadiyah 2 Surabaya dapat terus tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang adaptif dan tetap menjadi rujukan di masa depan.
Acara ini turut dihadiri Ketua Majelis Dikdasmen PCM Genteng Kuspriyanto, kepala sekolah, para guru, serta karyawan SD Muhammadiyah 2 Surabaya.

