BERITA TERKINI
Surabaya Tutup Babak Kurasi Offline iForte National Dance Competition “Inspirasi Diri” 2026 di Jawa Timur

Surabaya Tutup Babak Kurasi Offline iForte National Dance Competition “Inspirasi Diri” 2026 di Jawa Timur

Surabaya menjadi kota penutup rangkaian Babak Kurasi Offline iForte National Dance Competition “Inspirasi Diri” 2026 untuk wilayah Jawa Timur. Setelah sebelumnya digelar di Yogyakarta dan Jember, kurasi di Kota Pahlawan disebut sebagai gerbang penting sebelum kompetisi berlanjut ke kota-kota lain di Indonesia.

Penyelenggara menilai Surabaya dipilih karena dikenal sebagai titik temu dunia pendidikan, komunitas seni, dan keberagaman budaya. Kondisi tersebut menghadirkan persaingan yang tidak hanya bertumpu pada teknik, tetapi juga kedalaman gagasan dan karakter artistik. Kehadiran iForte di Surabaya juga disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas proses kurasi.

iForte National Dance Competition “Inspirasi Diri” 2026 merupakan bagian dari rangkaian menuju The Audition, yang digambarkan sebagai proses pencarian bakat berkelanjutan di berbagai kota. Seluruh rangkaian ini akan bermuara pada Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia yang Punya, panggung budaya nasional yang menampilkan ekspresi Nusantara.

Sebagai bagian dari Protelindo Group, iForte menyatakan memandang seni budaya sebagai investasi jangka panjang. Kompetisi ini dirancang untuk membangun ekosistem regenerasi seni yang berkelanjutan, mempertemukan pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah melalui ruang kompetisi yang menjunjung nilai budaya nasional, serta membiasakan talenta muda bertumbuh melalui proses yang konsisten dan terarah.

Babak Kurasi Offline Surabaya diikuti 21 kelompok peserta, terdiri dari 11 kelompok SMA/SMK sederajat dan 10 kelompok perguruan tinggi. Penilaian dilakukan secara komprehensif, mencakup keindahan gerak, penguasaan teknik, kekuatan konsep kreatif, karakter artistik, serta pemahaman nilai budaya yang menjadi fondasi karya.

Head of Marketing Communication iForte, Victor Sihombing, menyebut kompetisi ini sebagai ruang tumbuh bagi generasi muda untuk berekspresi tanpa melepaskan akar tradisi. “Melalui ajang ini, pelajar dan mahasiswa dapat berkarya sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa melalui bahasa tari,” ujarnya.

Babak Kurasi Offline di Surabaya dinilai oleh dewan juri dari beragam latar belakang profesional, yakni Dian Bokir (Choreographer & Founder Dimar Dance Theatre), Sekar Alit (produser dan koreografer, Founder Sawung Dance Studio), serta Edo Hesl (Choreographer of LMSC & G-Center School).