Tantri resmi memulai langkah baru sebagai solois lewat debut single berjudul Ibu Pekerja. Dikenal sebagai vokalis dengan karakter kuat dan penuh energi di atas panggung, kali ini Tantri menghadirkan warna berbeda melalui karya yang lebih personal dan reflektif, dengan tema yang dekat dengan kehidupan banyak perempuan—khususnya para ibu yang membagi peran antara keluarga, pekerjaan, dan diri sendiri.
Melalui Ibu Pekerja, Tantri menampilkan sisi yang selama ini jarang terlihat publik. Jika sebelumnya ia kerap tampil tegar dan berkarisma, dalam proyek solo ini ia hadir lebih tenang dan manusiawi. Lagu tersebut digambarkan sebagai pengakuan jujur atas rasa lelah, rasa bersalah, serta perjuangan emosional yang kerap dialami ibu bekerja dalam keseharian.
Lirik dan narasi lagu menggambarkan situasi yang dekat dengan realitas banyak perempuan: rasa bersalah ketika harus meninggalkan anak demi pekerjaan, kelelahan yang sering disembunyikan di balik senyum, hingga tekanan untuk menjadi sosok ibu yang dianggap “sempurna”. Namun, Tantri justru menekankan bahwa ketidaksempurnaan adalah hal yang wajar dan manusiawi.
Tantri juga menyampaikan bahwa bekerja bagi seorang ibu bukan semata persoalan pilihan pribadi. Ada tanggung jawab yang harus dipenuhi, kebutuhan keluarga yang mesti dicukupi, serta banyak hal di rumah yang bergantung pada perjuangan tersebut. Dalam konteks itu, Ibu Pekerja diposisikan sebagai suara bagi perempuan yang selama ini menjalani beban peran ganda dalam diam.
Alih-alih menggambarkan sosok ibu ideal tanpa cela, Tantri merayakan perjuangan dan ketidaksempurnaan sebagai bagian dari cinta yang nyata. Dilema menjadi ibu sekaligus perempuan yang terus berkarya diakui sebagai pengalaman yang tidak sederhana, namun di situlah ia melihat kekuatan.
Dari sisi musikal, proyek solo ini menjadi ruang eksplorasi baru bagi Tantri. Dengan nuansa musik yang lebih intim dan lirik emosional, Ibu Pekerja dihadirkan sebagai teman bagi para ibu yang kerap merasa sendirian menghadapi tekanan hidup, sekaligus memberi rasa dipahami bagi pendengarnya.
Selain merilis karya musik, Tantri memperkenalkan identitas visual khusus untuk perjalanan solonya. Logo namanya dibuat sederhana dengan filosofi pada huruf “i” yang titiknya diganti simbol senyum. Simbol itu disebut sebagai representasi cara memandang hidup: memilih tetap lembut di tengah realita yang keras, bertahan saat lelah, dan tetap hadir dengan cinta meski sedang tidak baik-baik saja.
Lewat debut solo ini, Tantri membuka babak baru dalam perjalanan musiknya sembari menghadirkan karya yang relevan bagi banyak perempuan Indonesia. Ibu Pekerja menjadi pengingat bahwa di balik sosok ibu yang tampak kuat, ada manusia yang juga bisa lelah, rapuh, dan membutuhkan ruang untuk didengar.