BERITA TERKINI
The Cottons Resmi Rilis “Dia Datang”, Materi Sejak 2014 yang Kini Dipoles untuk Publik

The Cottons Resmi Rilis “Dia Datang”, Materi Sejak 2014 yang Kini Dipoles untuk Publik

Duo pop asal Jakarta, The Cottons, merilis single terbaru berjudul Dia Datang. Lagu tersebut lebih dulu diperkenalkan lewat video lirik di kanal YouTube resmi mereka, sebelum kemudian tersedia di berbagai platform streaming musik sehari setelahnya.

Meski hadir sebagai rilisan terbaru, Dia Datang bukan sepenuhnya materi baru. Lagu ini mulai ditulis sejak 2014 dan pernah dibawakan pertama kali oleh Yehezkiel Tambun dan Kaneko Pardede dalam momen personal, yakni pada hari pernikahan mereka, saat aransemen masih sederhana. Seiring waktu, lagu tersebut terus berkembang hingga mencapai bentuk yang dirilis saat ini.

Dalam pernyataan yang beredar, Yehezkiel menyebut keputusan merilis lagu lama ini diambil setelah publik mulai mengenal The Cottons lewat lagu Harapan. Mereka ingin menghadirkan karya yang jujur dan apa adanya, tanpa pretensi berlebihan, agar tetap dekat dengan keseharian pendengar.

Versi terbaru Dia Datang disebut hadir dengan pendekatan yang lebih matang. Aransemen dibangun melalui lapisan instrumen yang saling mengisi, termasuk penggunaan synthesizer yang memperkuat nuansa khas The Cottons. Yehezkiel juga menjelaskan bahwa arah musikal lagu ini sebenarnya sudah terbayang sejak awal, sehingga rilisan terbaru dapat dipandang sebagai realisasi utuh dari ide yang telah lama disimpan.

Dalam proses produksinya, The Cottons kembali melibatkan Bagas Wisnu Wardhana pada bagian drum. Seluruh proses rekaman dilakukan di Studio Mawar, studio milik mereka sendiri. Sementara untuk aspek visual, video lirik Dia Datang dikerjakan bersama Robby Wahyudi Onggo, yang sebelumnya juga pernah terlibat dalam proyek lain mereka.

Perilisan single ini juga menjadi sinyal proyek yang lebih besar. The Cottons menyebut Dia Datang merupakan bagian dari rangkaian karya yang akan dirilis dalam format album penuh. Rencana tersebut menguatkan indikasi bahwa mereka tengah menyiapkan LP yang ditargetkan rampung pada 2026.

Dalam dua tahun terakhir, produktivitas The Cottons terbilang konsisten. Mereka merilis EP Harapan pada Juni 2024 yang berisi empat lagu, disusul single Lentera pada April 2025, serta Gundah yang menampilkan Aprilia Apsari pada September 2025. Selain itu, mereka juga terlibat kolaborasi bersama Swellow lewat dua lagu dalam proyek mini album.

EP Harapan turut menjadi titik penting perjalanan mereka. Melalui rilisan tersebut, The Cottons mendapat kesempatan tampil di sejumlah festival besar seperti Pestapora, Synchronize Festival, dan Joyland Festival sepanjang 2024. Dalam wawancara dengan beberapa media, mereka mengaku tidak menyangka bisa tampil di panggung-panggung tersebut, sekaligus mengingat respons penonton yang ikut menyanyikan lagu mereka sebagai pengalaman berkesan.

Secara musikal, The Cottons dikenal lewat pendekatan indie pop yang lembut dengan nuansa retro. Sejak merilis single awal seperti Yesterday is Gone dan It’s Only a Day pada 2016, mereka mulai menarik perhatian di skena independen. Sejumlah ulasan media menilai The Cottons berhasil menghadirkan kembali nuansa pop progresif Indonesia dengan sentuhan modern.

Karakter musik mereka juga kerap dibandingkan dengan band indie pop awal 2000-an seperti White Shoes & The Couples Company dan Mocca. Vokal Kaneko yang ringan namun khas menjadi salah satu daya tarik, terutama saat dipadukan dengan aransemen yang hangat dan tidak berlebihan.

Saat ini, Dia Datang sudah dapat didengarkan di layanan streaming seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music. Rilisan tersebut menjadi langkah lanjutan The Cottons menuju proyek album penuh pertama mereka yang mulai dinantikan pendengar indie pop Indonesia.