Tiga siswa sekolah musik Rembang Katapi, yang berlokasi di Ba’tan, Toraja Utara, menorehkan prestasi dalam ajang 2026 7th Singapore Golden Lion Awards International Music Festival di Singapura. Dalam kompetisi piano internasional tersebut, para siswa membawa pulang Juara 2 dan dua Juara 3 dari kategori yang diikuti.
Rembang Katapi berangkat ke Singapura pada 3 Februari 2026 untuk mengikuti rangkaian kegiatan festival musik yang digelar International Musician Association Singapore pada 6–8 Februari 2026, bertepatan dengan peringatan 10 tahun Singapore Golden Lion Awards dan mengusung tema “Growing With Music”.
Kompetisi berlangsung selama dua hari, 6–7 Februari 2026, di Lee Foundation Theater, Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA) Campus 3, 151 Bencoolen St, Rochor, Singapura. Perlombaan digelar sejak pagi hingga tengah malam dengan berbagai kategori yang dipertandingkan. Sementara itu, seremoni penghargaan (award ceremony) dilaksanakan di Singapore Conference Hall dalam dua sesi, dengan tiket masuk sebesar 68 dolar Singapura karena juga menampilkan sejumlah pertunjukan seperti konser.
Dalam ajang tersebut, Rembang Katapi membawa tiga siswa dari Toraja yang meraih hasil sebagai berikut:
Turah Fiete Tangjong (Children Category A) – Juara 2 (Silver Medal)
Abbeygayle Alexandra Megara Letsoin (Children Category D) – Juara 3 (Bronze Medal)
Gwen Aurelia Rante Lino (Teenagers Category) – Juara 3 (Bronze Medal)
Salah satu peserta, Turah Fiete Tangjong, disebut masih berusia 5 tahun dan belum masuk sekolah formal. Kompetisi di Singapura ini menjadi lomba kelimanya sejak pertama kali mengikuti lomba pada usia 4 tahun.
Turah Fiete Tangjong dan Abbeygayle Alexandra Megara Letsoin tampil pada hari kedua kompetisi, 7 Februari 2026. Sementara Gwen Aurelia Rante Lino dijadwalkan berlomba pada hari pertama, 6 Februari 2026. Penilaian dilakukan oleh juri yang disebut berasal dari kalangan pianis profesional, profesor, dan komposer, khususnya pada instrumen piano.
Creative Director Rembang Katapi, Rian Panimba, menyampaikan apresiasinya terhadap capaian para siswa. Ia menyoroti bahwa selama persiapan, para siswa berlatih menggunakan piano upright, sementara sebagian pesaing telah terbiasa berlatih dengan grand piano.
“Satu hal yang harus kita apresiasi besar bahwa kami dari Rembang Katapi berlatih di Piano Upright selama proses berlatih dan mempersiapkan diri, sedangkan saingan kami sejak awal sudah berlatih di Grand Piano, tapi itu bukan jadi sebuah halangan,” ujar Rian Panimba saat dihubungi pada Rabu, 11 Februari 2026.
Ia menambahkan, pihaknya ingin mendorong para murid untuk merasakan pengalaman kompetisi bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi langkah untuk memperkenalkan potensi pianis dari Toraja di panggung lomba internasional.
Sementara itu, Founder sekaligus guru piano di Rembang Katapi, James Tangjong, mengatakan pihaknya akan terus berlatih agar anak-anak Toraja semakin mampu bersaing. Ia menyebut materi ajar yang digunakan di Rembang Katapi mengacu pada standar internasional sehingga kriteria peserta lomba dapat dipenuhi.
James juga menjelaskan bahwa selama kompetisi berlangsung, perekaman dan pengambilan foto tidak diperbolehkan karena hak cipta berada pada panitia. Dokumentasi, menurutnya, akan dirilis oleh penyelenggara Golden Lion Singapore dan permainan para murid dapat disaksikan melalui Instagram @rembangkatapi2020.
Rembang Katapi saat ini masih menerima murid baru dan membuka kelas piano, gitar, vokal, serta bahasa Inggris. Mereka juga disebut tengah melakukan persiapan untuk mengikuti berbagai lomba, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, dengan harapan budaya bertanding secara sehat dan sportif terus bertumbuh di kalangan anak-anak Toraja.

