PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) terus mematangkan pengembangan mobil nasional berbasis listrik. Perusahaan menegaskan proyek ini tidak hanya ditujukan untuk menghadirkan produk kendaraan, tetapi juga membangun ekosistem industri otomotif yang kuat dan berkelanjutan dari hulu hingga hilir.
Presiden Direktur PT TMI, Harsusanto, mengatakan tantangan terbesar bukan semata membuat mobil, melainkan membangun industrinya. Karena itu, TMI melibatkan teknisi dalam negeri, menggandeng pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta menyiapkan aspek purna jual agar konsumen tidak mengalami kesulitan setelah pembelian.
Menurut Harsusanto, salah satu persoalan yang ingin ditangani adalah layanan purna jual kendaraan listrik yang dinilai masih menjadi kekhawatiran sebagian calon konsumen. Ia mencontohkan kondisi ketika komponen seperti motor atau powertrain mengalami kerusakan dan konsumen harus menunggu ketersediaan suku cadang.
“Jadi, saya pernah bilang, membuat mobil itu gampang. Membuat industri mobil itu yang enggak gampang,” kata Harsusanto.
Ia menambahkan, TMI telah berkomunikasi dengan beberapa asosiasi industri otomotif. Namun, proyek Indigenous Industries Car (i2C) disebut masih belum memiliki desain yang final, sehingga asosiasi belum dapat melakukan antisipasi kebutuhan industri.
Meski begitu, Harsusanto menyebut dalam waktu dekat TMI akan menyusun bill of material dan membagikannya kepada pelaku industri lokal. Langkah itu ditujukan untuk mendorong keterlibatan rantai pasok dalam negeri dalam pengembangan kendaraan.
TMI menyatakan mendapat mandat dari Presiden RI untuk mengembangkan mobil nasional dengan kekayaan intelektual (IP) lokal, dengan target produksi massal pada 2027–2028. Dalam perancangannya, TMI juga memasukkan aspek penjualan dan purna jual sebagai bagian dari sistem yang disiapkan sejak awal.
Selain menggandeng teknisi lokal, TMI juga berkolaborasi dengan perusahaan global, termasuk Italdesign. Harsusanto menekankan keterlibatan UMKM juga menjadi bagian penting dari rencana pengembangan ekosistem.
“Pasti kita akan bekerjasama dengan lokal, para UMKM harus ikut,” ujarnya.
Proyek mobil nasional ini telah diusulkan untuk masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Pemerintah juga disebut telah meminta TMI untuk bekerja sama dengan Pindad dalam pengembangannya.

