Game Highguard besutan Wildlight Entertainment sempat menjadi sorotan setelah trailernya muncul di bagian penutupan The Game Awards (TGA) 2025 pada akhir tahun lalu. Penempatan trailer di momen strategis tersebut memicu spekulasi bahwa studio mengeluarkan biaya besar untuk mendapatkan slot tayang di puncak acara penghargaan video game tahunan itu.
Namun, laporan terbaru dari jurnalis Forbes, Paul Tassi, membantah rumor tersebut. Menurut Tassi, Wildlight Entertainment tidak membayar untuk penayangan trailer Highguard. Dalam laporan itu disebutkan bahwa justru pihak TGA yang berinisiatif memasukkan trailer game tersebut ke dalam rangkaian acaranya.
Geoff Keighley selaku kreator TGA memang dikenal kerap memilih trailer game yang dinilai menarik untuk ditampilkan. Situasi ini mengindikasikan bahwa Highguard berhasil menarik perhatian penyelenggara, sehingga memperoleh slot yang biasanya dikaitkan dengan biaya tinggi.
Di sisi lain, perhatian kini beralih pada minimnya informasi resmi dari Wildlight Entertainment. Sejak diumumkan pada Desember lalu, belum ada pembaruan terkait Highguard. Bahkan menjelang jadwal perilisan yang disebut tinggal beberapa hari lagi, akun media sosial game tersebut masih terpantau hening tanpa promosi maupun kabar terbaru.
Kondisi ini memunculkan beragam reaksi di kalangan penggemar. Sebagian menilai keheningan tersebut bisa saja menjadi strategi promosi agar game tetap diperbincangkan. Namun, ada pula yang mengkhawatirkan situasi ini, mengingat pengembang Highguard disebut merupakan mantan developer dari game populer seperti Apex Legends dan Titanfall.
Dengan minimnya komunikasi menjelang rilis, pertanyaan mengenai kesiapan dan performa Highguard pun mengemuka. Apakah game ini akan memenuhi ekspektasi saat meluncur, atau justru menuai respons negatif seperti kekhawatiran sebagian warganet, akan terjawab setelah perilisan.

