Penyanyi Tuan Hung memperkenalkan pertunjukan langsung spesial bertajuk “Balcony Corner 2026 - Sunlight Streak” pada 20 Mei. Konser ini dijadwalkan berlangsung pukul 20.00 pada 13 Juni 2026 di Pusat Kebudayaan dan Olahraga Quan Ngua, Hanoi.
Bagi Tuan Hung, “Balcony Corner” disebut telah melampaui sekadar nama program musik dan menjadi penanda penting dalam perjalanan artistiknya. Program ini berawal dari penampilan dadakan di balkon rumahnya di Jalan Hang Khay, ketika ribuan penggemar pernah memadati area pejalan kaki untuk menyaksikannya bernyanyi. Dari momen tersebut, “Balcony Corner” berkembang menjadi ruang musik dengan sentuhan personal yang melekat pada sang penyanyi.
Dalam edisi 2026, penonton akan melihat Tuan Hung tampil dengan energi yang tetap kuat, namun dengan kedalaman dan pengalaman yang terbentuk dari berbagai peristiwa dalam hidupnya.
Konser ini juga dirancang sebagai ajang reuni bersama rekan musisi yang telah menemani Tuan Hung di berbagai fase karier dan kehidupannya, antara lain Watermelon Band, Phuc Tiep, Le Quyen, Dang Khoi, Ha Anh, dan Tran Manh Cuong.
Salah satu sorotan yang disiapkan adalah kolaborasi Tuan Hung dengan Phuc Tiep, yang disebut memiliki warna vokal dan genre yang berbeda dibandingkan artis lain dalam program tersebut. Kepada VietNamNet, Phuc Tiep mengatakan bahwa saat menerima undangan tampil, Tuan Hung meminta dirinya memilih karya yang sesuai dengan gaya bermusiknya sekaligus dapat terhubung dengan khalayak luas.
Phuc Tiep juga mengungkapkan kejutan terbesar dalam pertunjukan ini adalah duetnya bersama Tuan Hung. Menurutnya, kombinasi tersebut berpotensi “mengejutkan” penonton karena perbedaan karakter musikal. Alih-alih membawakan lagu-lagu yang sudah lekat dengan nama masing-masing, keduanya memilih sebuah komposisi terkenal dengan aransemen yang benar-benar baru, memadukan pop, rock, dan elemen elektronik modern.
“Tantangan tersulit adalah menemukan titik temu antara kedua suara. Setiap penyanyi harus mempertahankan individualitasnya masing-masing sambil secara bersamaan mengatur suara mereka agar menyatu,” kata Phuc Tiep.
Ia menilai kolaborasi dua artis dengan gaya berbeda selalu mengandung risiko, namun dapat menghadirkan daya tarik tersendiri. Menurutnya, keberanian seorang seniman tercermin dari kesediaan keluar dari zona nyaman dan mencoba hal baru.
Di luar panggung, Phuc Tiep dan Tuan Hung disebut memiliki hubungan dekat, dengan minat yang sama pada musik dan olahraga. Pemahaman atas kepribadian serta sudut pandang artistik masing-masing dinilai membantu mereka menemukan titik temu selama latihan.
Phuc Tiep juga bercerita pernah tampil dalam konser Tuan Hung di hadapan sekitar 300–400 penonton. Saat suara keduanya berpadu, penonton disebut “terkejut”. Karena itu, ia yakin reuni kali ini akan kembali menghadirkan kejutan. “Di atas panggung, para seniman harus berani menemukan kembali diri mereka sendiri. Jika semua orang takut akan perubahan, tidak akan pernah ada kolaborasi yang menarik,” ujarnya.
Selain duet tersebut, konser ini menandai pertemuan kembali Tuan Hung dan Le Quyen, yang disebut Tuan Hung sebagai “mitra musik” yang paling cocok dengannya.
Program ini juga menghadirkan rocker Do Hoang Hiep, sosok yang dikenal dari film “Brother Overcoming a Thousand Thorns”. Dengan semangat rock yang kuat namun emosional, ia disebut meninggalkan kesan melalui energi dan penampilan panggung yang eksplosif.
Nama lain yang turut tampil adalah Dang Khoi, yang mendapat banyak pujian dari program “Saudara-Saudara Mengatasi Ribuan Rintangan”. Ia digambarkan memikat penonton lewat keanggunan, kehangatan, serta lagu-lagu yang identik dengan masa muda berbagai generasi.
Deretan musisi lain meliputi Tran Manh Cuong, yang dikenal melalui eksperimen menyegarkan unsur musik tradisional dengan nuansa kontemporer, serta Ha Anh, musisi yang dicintai penonton berkat balada pop yang kaya emosi.