BERITA TERKINI
Tundra Esports Umumkan Keluar dari Skena Dota 2, Seluruh Roster Pindah ke 1win

Tundra Esports Umumkan Keluar dari Skena Dota 2, Seluruh Roster Pindah ke 1win

Tundra Esports mengumumkan keputusan untuk keluar dari skena kompetitif Dota 2. Dalam pengumuman yang disampaikan melalui media sosial, organisasi tersebut menyatakan tengah “bersiap untuk memulai babak baru”, tanpa merinci langkah apa yang akan mereka ambil setelah meninggalkan divisi Dota 2.

Bersamaan dengan keputusan itu, seluruh roster Tundra akan ditransfer ke tim 1win. Perpindahan ini mencakup pemain Indonesia Matthew “Whitemon” Filemon, serta Ivan “Pure” Moskalenko, Bozhidar “bzm” Bogdanov, Neta “33” Shapira, Matthew “Ari” Walker, dan pelatih David “MoonMeander” Tan. Mereka akan resmi membela 1win dan tetap berlaga di berbagai kompetisi Dota 2.

Tundra juga menyoroti sejumlah pencapaian selama enam tahun berkiprah di Dota 2. Salah satu momen yang disebut adalah keberhasilan mengangkat Aegis of Champions pada The International 2022. Selain itu, mereka turut mencatat kemenangan di turnamen lain seperti FISSURE Universe: Episode 4 dan BLAST Slam III.

Pengumuman ini dinilai mengejutkan karena Tundra disebut sedang berada dalam performa yang baik. Pada musim ini, mereka meraih empat gelar turnamen Tier 1, yaitu BLAST Slam IV dan BLAST Slam V pada November dan Desember 2025, serta DreamLeague Season 28 dan ESL One Birmingham 2026 pada Maret.

Roster tersebut juga telah dipastikan mendapatkan undangan langsung untuk tampil di The International 2026 yang akan digelar di Shanghai. Undangan tersebut tidak hangus dan akan berpindah ke 1win sebagai organisasi baru yang menaungi roster eks Tundra.

Dalam pernyataannya, Tundra menyampaikan apresiasi kepada para pemain dan pelatih atas dedikasi, bakat, dan kepercayaan selama ini. Mereka juga mengucapkan terima kasih kepada sponsor, staf, dan para penggemar yang disebut telah menjadi bagian dari perjalanan yang “tak terlupakan”.

Keputusan Tundra menambah daftar organisasi yang keluar dari skena Dota 2 dalam dua bulan terakhir. Pada April, paiN Gaming membubarkan tim setelah berkompetisi selama dua bulan, disusul HEROIC pada bulan berikutnya yang disebut mundur karena masalah keuangan.