BERITA TERKINI
Wabup Lampung Barat Beri Penghargaan Kinerja kepada Sejumlah OPD, Realisasi Anggaran 2025 Capai 92,66 Persen

Wabup Lampung Barat Beri Penghargaan Kinerja kepada Sejumlah OPD, Realisasi Anggaran 2025 Capai 92,66 Persen

Wakil Bupati Lampung Barat, Drs. Mad Hasnurin, menyerahkan penghargaan kepada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang dinilai memiliki kinerja terbaik sepanjang 2025. Penghargaan itu disebut sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, inovasi, dan capaian kinerja.

Penyerahan penghargaan dilakukan di sela upacara mingguan Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Barat di Liwa, Senin (19/1/2026). Kegiatan tersebut disaksikan Sekretaris Daerah Nukman, para asisten, camat, kepala perangkat daerah, serta peserta upacara.

OPD penerima penghargaan disebut berasal dari beberapa kategori. Pada kategori dinas, penghargaan diberikan kepada RSUD Alimuridin Umar, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Pada tingkat badan, penghargaan diberikan kepada Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia, Badan Keuangan dan Aset Daerah, serta Inspektorat. Sementara pada tingkat kecamatan, penghargaan diberikan kepada Kecamatan Sekincau, Gedung Surian, dan Sukau.

Mad Hasnurin menegaskan penghargaan tersebut tidak dimaksudkan sekadar seremonial, melainkan untuk memotivasi seluruh OPD agar terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat akuntabilitas, serta bekerja lebih profesional dan berorientasi pada hasil.

Berdasarkan evaluasi dan monitoring laporan capaian kinerja penyerapan anggaran dan belanja daerah Kabupaten Lampung Barat tahun 2025, realisasi anggaran tercatat sebesar 92,66 persen atau Rp 1.013.884.330.641,52 dari pagu anggaran Rp 1.094.182.195.169,02.

Menurut Mad Hasnurin, anggaran yang tidak terserap antara lain disebabkan adanya sisa pada beberapa pos belanja yang tidak dapat direalisasikan, seperti perjalanan dinas, pembayaran pajak kendaraan bermotor, pembayaran kegiatan umum pemeliharaan, serta kegiatan yang belum dapat dilakukan karena menunggu terbitnya peraturan terbaru. Salah satu contoh yang disebutkan adalah pada Dinas PMD untuk subkegiatan penyelenggaraan pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian kepala desa (peratin).

Ia menyampaikan bahwa 2025 menjadi tahun yang penuh tantangan sekaligus peluang dalam pelaksanaan pembangunan daerah. Di tengah dinamika kebijakan, tuntutan efektivitas belanja, serta kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks, perangkat daerah dituntut mengelola anggaran secara tepat sasaran, tepat waktu, dan bertanggung jawab.

Mad Hasnurin juga menyebut realisasi fisik pada 2025 mencapai 1.874 subkegiatan dari total 1.967 subkegiatan. Ia menyatakan penghargaan yang diberikan merupakan apresiasi kepada perangkat daerah yang menunjukkan kinerja terbaik, mulai dari perencanaan, pelaksanaan program dan kegiatan, hingga penyusunan laporan kinerja serta realisasi penyerapan anggaran.

Ia mengucapkan selamat dan terima kasih kepada perangkat daerah penerima penghargaan, seraya berharap capaian tersebut menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas kinerja dan menjaga konsistensi dalam pengelolaan anggaran serta pencapaian target pembangunan.

Ke depan, Mad Hasnurin menekankan bahwa keberhasilan penyerapan anggaran tidak hanya diukur dari tingginya realisasi, tetapi juga dari kualitas output dan outcome yang dirasakan masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh perangkat daerah memperkuat sinergi, meningkatkan profesionalisme aparatur, dan memastikan setiap program memberi manfaat nyata bagi pembangunan daerah, agar target bersama pada 2026 dapat terlaksana secara maksimal.