Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Kompetisi Dai dan Daiyah Masa Depan Piala Gubernur DKI Jakarta tingkat SMA, SMK, dan MA se-DKI Jakarta. Penyerahan penghargaan berlangsung di Balai Kota Jakarta, Selasa (10/3).
Dalam sambutannya, Rano mendorong para dai muda di Jakarta untuk menjadi teladan sekaligus penyebar pesan kebaikan di tengah masyarakat. Ia menilai kompetisi tersebut membawa nilai positif bagi generasi muda, terutama dalam mengasah kemampuan berdakwah dan mengembangkan potensi diri.
Rano menyebut kompetisi ini mendorong pelajar mengasah retorika dakwah agar mampu menyampaikan pesan-pesan keislaman yang menyejukkan dan relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembelajaran bagi pelajar dalam menyampaikan pesan moral kepada masyarakat.
Ia menambahkan, kompetisi ini akan diselenggarakan secara rutin setiap tahun sebagai bagian dari pembinaan generasi muda di bidang keagamaan. Rano menilai antusiasme peserta menjadi salah satu alasan ajang ini perlu dijadikan agenda tahunan.
Rano memaparkan, dari total 209 pendaftar, sebanyak 97 peserta berhasil melaju ke tahap seleksi berikutnya hingga akhirnya terpilih 12 grand finalis terbaik. Ia menilai jumlah tersebut mencerminkan tingginya ketertarikan pelajar terhadap kegiatan yang mendorong kemampuan berbicara sekaligus pemahaman nilai-nilai keislaman.
Dalam kesempatan itu, Rano juga menekankan bahwa dakwah tidak hanya disampaikan melalui ceramah di mimbar, tetapi perlu tercermin dalam perilaku sehari-hari. Menurutnya, keteladanan sikap dan kepedulian terhadap sesama menjadi bagian penting dalam menyampaikan pesan keagamaan.
Ia berharap ajang ini dapat melahirkan dai dan daiyah muda yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik serta kedalaman pemahaman keagamaan, sekaligus mampu menebarkan pesan-pesan Islami yang menyejukkan dan menjadi teladan bagi masyarakat.
Rangkaian seleksi kompetisi tersebut menghadirkan pengalaman berbeda melalui pelaksanaan audisi perdana yang digelar saat kegiatan Car Free Day Jakarta di Terowongan Kendal. Pemanfaatan ruang publik itu disebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang pembinaan sekaligus praktik dakwah bagi generasi muda.
Selain itu, keberadaan ruang publik seperti taman kota dan ruang literasi di Jakarta diharapkan dapat menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas, termasuk menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat.

