Pemerintah Kota Banjarmasin mengapresiasi kegiatan Ngaji Puisi Banjarmasin sebagai upaya konkret melestarikan seni sastra Banua sekaligus memperkuat jati diri budaya lokal di tengah derasnya pengaruh budaya asing.
Kegiatan yang dirangkai dengan musyawarah masyarakat seni itu telah memasuki edisi keenam. Acara digelar pada Sabtu, 14 Maret 2026, di Rumah Anno 1925, Siring Sungai Martapura, Jalan Piare Tendean.
Ngaji Puisi Banjarmasin menjadi wadah bagi penggiat seni dan sastra dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan untuk berkumpul dan berdiskusi. Forum tersebut diarahkan untuk menjaga serta melestarikan kekayaan seni sastra Banua agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR, hadir dan menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga dan memperkenalkan kesenian Banua kepada generasi muda, termasuk puisi, syair, pantun, serta musik panting.
Menurutnya, pelestarian kesenian daerah perlu dilakukan secara berkelanjutan, termasuk dengan memanfaatkan media sosial agar karya dan tradisi lokal lebih dikenal luas oleh kalangan muda.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kota Banjarmasin juga berencana membantu memperbanyak buku berjudul “Pesiar Tanpa Bel”.

