BERITA TERKINI
Warisan Don Ca Tai Tu Dihidupkan Kembali di Ho Chi Minh City Book Street

Warisan Don Ca Tai Tu Dihidupkan Kembali di Ho Chi Minh City Book Street

Program bercerita budaya komunitas bertajuk “Sutra Leluhur - Warisan dan Kelanjutan” digelar pada malam 23 Mei di Ho Chi Minh City Book Street. Acara ini menjadi bagian dari Festival Malam Buku dan Budaya Tahunan ke-5, yang diselenggarakan oleh Ho Chi Minh City Book Street bekerja sama dengan Chất Việt Explorians dan Magiskator.

Program tersebut berfokus pada pengenalan nilai musik dan nyanyian rakyat Vietnam Selatan, sekaligus membuka ruang pertukaran antara peneliti, pengrajin, dan masyarakat umum. Melalui format dialog budaya yang dipadukan dengan pertunjukan seni, acara ini meninjau kembali pembentukan dan perkembangan musik rakyat Vietnam Selatan serta peran para maestro dan seniman dalam menjaga keberlanjutannya.

Dalam sesi tanya jawab, musisi Kieu Tan, Seniman Berjasa Huynh Khai, Seniman Berjasa Huynh Huu Tri, dan Guru Besar Nguyen Van Hoang membagikan dokumen serta kisah terkait para maestro musik senior, antara lain Cao Hoai Sang, Cao Quynh Cu, Cao Quynh Dieu, dan Nguyen Van Thinh.

Seniman Berjasa Huynh Khai menyebutkan, dalam berkas nasional yang diajukan ke UNESCO untuk mendaftarkan musik rakyat Vietnam Selatan sebagai warisan budaya tak benda representatif umat manusia, delapan dari 20 lagu merupakan karya Cao Hoai Sang. Pernyataan itu, menurutnya, menunjukkan kontribusi penting sang maestro terhadap pembentukan dan pengembangan musik rakyat Vietnam Selatan.

Sementara itu, Nguyen Van Hoang menekankan bahwa mempelajari asal-usul musik tradisional tidak hanya membantu menilik sejarah seni, tetapi juga memperkuat pemahaman atas nilai-nilai budaya asli yang telah memelihara kehidupan spiritual masyarakat Vietnam Selatan selama beberapa generasi.

Seniman Rakyat Thanh Tuyet turut menyoroti peran generasi seniman senior dalam menjaga jejak kesenian tersebut. Ia menyatakan bahwa tanpa mereka yang diam-diam melestarikan musik tradisional, mewariskan keterampilan, dan menyimpan catatan, akan sulit membayangkan kekayaan ragam musik rakyat Vietnam Selatan.

Salah satu sorotan utama program ini adalah pementasan ulang babak pertama drama cải lương berjudul Luc Van Tien. Pertunjukan ini merujuk pada produksi tahun 1923, dengan lirik yang ditulis maestro Cao Hoai Sang dan disutradarai maestro Cao Quynh Cu. Tim produksi memanfaatkan dokumen yang telah dilestarikan selama lebih dari 100 tahun untuk menghadirkan kembali bentuk “nyanyian monolog”, yang disebut sebagai salah satu cikal bakal cải lương pada awal abad ke-20.

Pementasan tersebut disutradarai oleh Seniman Rakyat Thanh Tuyet, dengan partisipasi penyanyi Le Huu Vu, Bui Kha Duy, serta sejumlah seniman musik dan nyanyi tradisional lainnya. Panitia penyelenggara menyatakan proses pengumpulan, penelitian, dan pemugaran materi program memakan waktu hampir 10 tahun.

Selain melibatkan seniman berpengalaman, acara ini juga menampilkan talenta muda. Dr. Tran Van Dai Loi selaku pembawa acara menyampaikan perhatiannya tentang cara membuat generasi muda memahami bahwa musik tradisional tidak ketinggalan zaman. Menurutnya, dalam setiap lagu dan nada terdapat kehidupan serta moralitas leluhur, dan ketika anak muda benar-benar mendengarkan, mereka dapat menemukan empati.

Program ini menghadirkan kembali suasana budaya Vietnam Selatan tempo dulu dan menarik banyak pengunjung, terutama mahasiswa serta wisatawan. Sejumlah pendapat menyebutkan perpaduan antara bercerita budaya dan pertunjukan langsung membuat masyarakat lebih mudah mengakses musik rakyat Vietnam Selatan dan cải lương.

Pengintegrasian program ke dalam Festival Malam Buku dan Budaya dipandang sebagai upaya menghubungkan warisan budaya dengan aktivitas budaya perkotaan, budaya membaca, serta wisata komunitas. Di tengah perubahan besar dalam kehidupan modern yang turut memengaruhi seni tradisional, kegiatan komunitas berbasis pengalaman dan interaksi diharapkan dapat membantu memperluas akses publik terhadap warisan budaya.