Pemerintah melanjutkan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di berbagai daerah. Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini melakukan groundbreaking untuk pengerjaan SR Tahap II.
Presiden menyampaikan SR dirancang sebagai instrumen strategis untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin. Ia juga berpesan agar para siswa SR tidak merasa malu dengan latar belakang orang tua mereka yang terus berjuang demi masa depan anak-anaknya.
Melalui program ini, Presiden berharap seluruh putra-putri bangsa dapat memperoleh pendidikan yang layak dan merata, serta tumbuh menjadi insan pembangunan yang cerdas dan tangguh.
PT Waskita Karya (Persero) Tbk turut terlibat dalam pembangunan SR Tahap II. Perusahaan tersebut saat ini mengerjakan empat proyek SR dengan total nilai kontrak sekitar Rp3,87 triliun.
“Kami bersyukur Waskita Karya dapat dilibatkan dalam Pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari cita-cita Presiden Prabowo untuk menghapus kemiskinan ekstrem di dalam negeri. Program ini juga menjadi prioritas pemerintah dalam memeratakan akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia,” ujar Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita dalam keterangan resmi, Senin (19/1/2026).
Salah satu proyek yang dikerjakan berada di Sulawesi Selatan senilai Rp1,23 triliun. Menurut Ermy, sekolah dibangun di lima kabupaten, yakni Wajo, Sidrap, Tana Toraja, Soppeng, dan Barru. Waskita menargetkan penyelesaian pada pertengahan 2026.
Selain itu, Waskita mengerjakan SR di Jawa Timur senilai Rp1,16 triliun yang tersebar di Kabupaten Gresik, Jombang, Sampang, Tuban, hingga Kota Surabaya. Seluruh bangunan ditargetkan rampung dalam waktu delapan bulan.
Ermy menjelaskan, fasilitas yang dibangun mencakup gedung sekolah dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), serta dilengkapi asrama siswa, asrama guru, kantin, sarana olahraga, sarana ibadah, dan gedung serbaguna.
“Kami memastikan bangunan menggunakan material ramah lingkungan serta metode kerja yang memperhatikan keselamatan dan efisiensi. Langkah tersebut sejalan dengan prinsip konstruksi berkelanjutan yang mendukung komitmen ESG (Enviromental, Social, and Governance),” kata Ermy.
Proyek lainnya berada di Sumatra Selatan dengan nilai kontrak Rp719,5 miliar, yang dibangun di Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, serta Empat Lawang. Waskita juga mengerjakan SR di Aceh senilai Rp757,05 miliar yang dibangun di Kabupaten Nagan Raya, Aceh Singkil, dan Kota Subulussalam. Penandatanganan kontrak proyek Aceh dilakukan pada Desember 2025 di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jakarta.
Ermy menegaskan Waskita Karya akan terus mendukung upaya pemerintah menyejahterakan masyarakat melalui pembangunan Sekolah Rakyat. Menurutnya, program SR merupakan gagasan presiden untuk memotong rantai kemiskinan.

